Kerugian Cybercrime Capai Rp8,2 Triliun, Ini 3 Modus yang Paling Menipu Masyarakat

Kerugian Cybercrime Capai Rp8,2 Triliun, Ini 3 Modus yang Paling Menipu Masyarakat

Modus Penipuan Siber yang Semakin Marak

Kejahatan siber terus berkembang dan semakin sulit untuk dihindari. Berbagai modus penipuan muncul dengan cara yang semakin canggih, sehingga menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. Data dari Indonesia Anti-Scam Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa total kerugian akibat kejahatan siber sepanjang November 2024 hingga November 2025 telah mencapai angka Rp8,2 triliun.

Meskipun modus penipuan semakin bervariasi, beberapa pola tertentu masih menjadi favorit para pelaku kejahatan siber. Berikut adalah tiga modus penipuan yang paling sering digunakan:

  • Penipuan Mengatasnamakan Institusi Resmi
    Modus ini menjadi yang paling umum ditemui, baik melalui telepon, pesan singkat, maupun saluran digital lainnya. Laporan Global Anti-Scam Alliance 2025 menyebutkan bahwa 66 persen masyarakat Indonesia pernah menjadi target penipuan dengan kedok institusi resmi.
    Pelaku biasanya menggunakan berbagai cara, seperti pengumuman giveaway palsu, tautan berisi link berbahaya, ancaman pelanggaran, atau permintaan OTP. Tujuannya adalah membuat korban panik dan memberikan informasi sensitif.

  • Penipuan Phishing Digital
    Dalam modus ini, penipu membuat situs atau halaman palsu yang menyerupai website institusi resmi. Untuk menjangkau lebih banyak korban, mereka bahkan memasang iklan berbayar.
    Korban diarahkan untuk memasukkan data pribadi seperti email, password, PIN, atau data autentikasi lain. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk meretas akun dan menyebabkan kerugian finansial.

  • Lowongan Kerja Palsu
    Modus ini memanfaatkan kebutuhan pekerjaan. Pelaku mengirimkan lowongan kerja palsu dan meminta korban membayar sejumlah uang agar lolos seleksi. Ada juga pola misi berkomisi besar, di mana korban diundang ke grup yang berisi komplotan penipu yang memberikan testimoni palsu untuk meyakinkan target.

Upaya Pencegahan dan Edukasi

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap panggilan atau pesan dari nomor tak dikenal, serta memverifikasi setiap informasi melalui situs dan media sosial resmi. Pencegahan kejahatan siber menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pelaku industri, dan pengguna.

Di industri keuangan, BCA menjadi salah satu bank yang aktif mengedukasi nasabah melalui kampanye Dont Know Kasih No untuk mengenali modus penipuan yang kian beragam. Di sektor e-commerce, Shopee juga terus memperkuat edukasi pengguna. Fitur Cek Fakta yang diluncurkan pada tahun 2023 telah membantu lebih dari 250.000 pengguna menghindari penipuan digital hingga semester pertama 2025. Shopee juga menyediakan Buku AMAN, panduan praktis mengenai berbagai modus penipuan online sebagai bagian dari kampanye #TakKenalMakaTakAman.

Kunci Utama dalam Mencegah Kejahatan Siber

Edukasi, kewaspadaan, dan verifikasi menjadi kunci utama agar masyarakat tidak menjadi korban kejahatan siber yang terus berkembang. Dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang modus penipuan, masyarakat dapat lebih siap menghadapi ancaman siber yang semakin canggih.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan