Kerukunan Masyarakat Terwujud Melalui Sinergi Pemprov Jateng dan Kemenag

Kerukunan Masyarakat Terwujud Melalui Sinergi Pemprov Jateng dan Kemenag

Sinergi Pemprov Jawa Tengah dan Kemenag dalam Mewujudkan Kerukunan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus membangun sinergisitas dengan Kementerian Agama (Kemenag) setempat untuk mewujudkan kerukunan dan kebersamaan masyarakat. Kerja sama ini dilakukan mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen usai acara Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tingkat Kabupaten Rembang yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Banyak program telah digulirkan oleh Pemprov Jateng yang disinergikan dengan Kemenag Provinsi Jawa Tengah, antara lain program Desa Sadar Kerukunan yang hingga akhir tahun 2025 telah terbentuk di 25 desa. Lalu, Kampung Moderasi Beragama telah terdapat di 75 tempat, kampung zakat, hingga Gerakan Merah Marun (Menyemai Ramah untuk Masyarakat Rukun) yang telah diimplementasikan di 14 kabupaten/kota.

Sinergi yang baik itu membuat Jawa Tengah memborong penghargaan pada Harmony Award tahun 2025. Dari 18 kategori yang diperebutkan secara nasional, Jateng berhasil meraih 9 penghargaan. Kolaborasi tersebut juga telah membuahkan hasil dengan ditetapkannya sejumlah daerah di Jawa Tengah sebagai kabupaten/kota ramah toleran, seperti Kota Salatiga, Kota Magelang, dan Kota Semarang.

Menurutnya, capaian toleransi tidak dapat dilepaskan dari peran Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama. "Selain penguatan toleransi, Pemprov Jateng juga memberikan perhatian kepada guru-guru agama melalui program insentif yang dilaksanakan bersama Kementerian Agama melalui kanwil hingga daerah," tuturnya.

Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu menyampaikan bahwa peringatan HAB ke-80 menjadi momentum refleksi perjalanan Kementerian Agama dalam melayani umat selama delapan dekade. Berbagai program Kemenag dinilai telah memberi dampak nyata, baik di internal lembaga maupun langsung dirasakan masyarakat hingga tingkat desa.

Peran Kemenag dalam Meningkatkan Kerukunan

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Rembang, Moh. Mukson menyatakan, peringatan HAB ke-80 di Rembang sebagai momen yang istimewa karena dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah. “Kehadiran Wakil Gubernur menjadi inspirasi dan menambah semangat kami dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Mukson.

Pada momentum tersebut, Mukson menegaskan tolok ukur keberhasilan Kementerian Agama sangat sederhana, yakni sejauh mana umat semakin dekat dengan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai informasi, upacara tersebut diikuti seluruh guru dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kabupaten Rembang serta siswa MAN 2 Rembang. Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Sarasehan Satu Jam Lebih Dekat Bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah dengan tema Sinergi Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam Memperkuat Kerukunan dan Pembangunan Berkelanjutan.

Program yang Menginspirasi dan Menjadi Contoh

Beberapa program yang telah diterapkan oleh Pemprov Jateng dan Kemenag telah menjadi contoh bagi daerah lain. Misalnya, program Desa Sadar Kerukunan yang telah membantu membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kerukunan antarumat beragama. Dengan adanya program ini, masyarakat lebih mudah memahami dan menghargai perbedaan yang ada.

Selain itu, Kampung Moderasi Beragama juga menjadi inisiatif yang sangat efektif dalam menciptakan lingkungan yang harmonis. Dengan 75 kampung yang telah dibentuk, masyarakat bisa merasakan dampak positif dari program ini secara langsung.

Program kampung zakat juga menjadi salah satu bentuk kontribusi Kemenag dalam membangun masyarakat yang lebih solid. Zakat tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ibadah, tetapi juga menjadi alat untuk membantu sesama dan memperkuat ikatan sosial.

Gerakan Merah Marun yang telah diimplementasikan di 14 kabupaten/kota juga menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun rasa saling menghormati dan menghargai antarumat beragama. Melalui gerakan ini, masyarakat diajak untuk aktif dalam menciptakan suasana yang damai dan harmonis.

Keberhasilan yang Menggembirakan

Keberhasilan yang dicapai oleh Jawa Tengah dalam hal kerukunan dan toleransi tidak hanya terlihat dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari fakta bahwa beberapa kota di Jawa Tengah telah ditetapkan sebagai kabupaten/kota ramah toleran. Hal ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Pemprov Jateng dan Kemenag telah memberikan dampak nyata.

Dalam konteks pendidikan, Pemprov Jateng juga memberikan perhatian khusus kepada guru-guru agama melalui program insentif. Dengan adanya program ini, para guru agama akan lebih termotivasi dalam menjalankan tugas mereka dan memberikan pendidikan agama yang berkualitas kepada siswa.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan