Peristiwa Pembakaran Warung di Sekitar TMP Kalibata
Beberapa warung yang berada di dekat Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, tampak mengalami kerusakan parah setelah dibakar oleh massa. Kejadian ini terjadi setelah insiden pengeroyokan yang menewaskan seorang pria yang dikenal sebagai "mata elang" atau penagih utang. Sejumlah bangunan warung kini hanya menyisakan puing dan kayu yang terbakar.
Pada Jumat pagi, 12 Desember 2025, lokasi kejadian masih dipenuhi sisa-sisa material dari bangunan yang terbakar. Garis polisi berwarna kuning masih terpasang untuk membatasi area kejadian. Beberapa petugas kebersihan dengan seragam oranye dari dinas lingkungan hidup setempat terlihat sedang membersihkan puing-puing yang berserakan.
Taufik, salah satu petugas kebersihan yang bertugas di lokasi tersebut, mengungkapkan bahwa kondisi pagi hari setelah kejadian masih sangat berantakan. Ia menjelaskan bahwa puing-puing, tenda, plastik, dan kayu tergeletak di mana-mana.
"Berantakan, puing, tenda, plastik, kayu pada berserakan," ujar Taufik.
Peristiwa ini dimulai dari aksi seorang "mata elang" yang sedang memberhentikan seorang pengendara motor. Setelah itu, sekelompok orang tak dikenal turun dari mobil dan melakukan pengeroyokan terhadap mata elang tersebut. Kericuhan ini kemudian memicu tindakan balas dendam dari massa yang diduga merupakan rekan-rekan mata elang, hingga akhirnya terjadi pembakaran terhadap warung-warung di sekitar lokasi kejadian.
Yamin, seorang warga yang mengaku sebagai saksi mata, mengatakan bahwa ada sekitar empat hingga lima orang yang melakukan pengeroyokan terhadap mata elang tersebut.
"Sekitar jam 4, ada 4 sampai 5 orang yaa kayanya (turun dari mobil). Mereka lihat ada yang lagi diberhentiin sama matel, lalu dibantu," kata dia.

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar kios pedagang usai dibakar massa saat kericuhan di kawasan Kalibata, Jakarta, Kamis (11/12/2025). Kericuhan tersebut dipicu oleh pengeroyokan dua debt collector atau agen lapangan penagih utang di Jalan Kalibata pada Kamis (11/12) sekitar pukul 15.30 WIB yang mengakibatkan satu orang tewas dan satu lainnya mengalami luka berat. - (ANTARA FOTO/Fauzan)
Irawan, warga sekitar yang juga menyaksikan kejadian, mengatakan bahwa ia mendengar keributan dari arah depan TMP. Ia mendengar kabar ada pengeroyokan di jalan tersebut yang mengakibatkan meninggalnya satu orang dari mata elang.
"Denger-denger ada ribut-ribut di pinggir jalan. Terus dapet kabar ternyata ada matel dikeroyok. Meninggal katanya bang satu, temannya koma," kata dia.
Pengeroyokan dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal saat turun dari mobil yang diduga ingin membantu pengendara motor yang diberhentikan oleh mata elang tersebut.
"Ada yang bantuin itu orang yang berhentiin matel. Nah yang bantuin itu ngeroyok si matel, gak pake lama, digebukin langsung masuk lagi ke mobil terus jalan," ujar dia.
Peristiwa pengeroyokan ini berimbas pada aksi balas dendam pengerusakan dan pembakaran warung-warung yang diduga dilakukan rekan-rekan mata elang saat menerima kabar bahwa temannya tewas dikeroyok.
"Kayanya mah pada balas dendam bang. Gak terima kali temen nya di keroyok. Dateng tuh ada sekitar 80 orang. Ngerusakin warung, dirobohin, dibakar," kata dia.
Hingga kini, Brimob terlihat masih berjaga di area kejadian, guna memberikan kemanan bagi warga dan mengantisipasi kerusuhan susulan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar