Kesalahan Pengadilan, 12 Tahanan Dipulangkan Secara Tak Sengaja


Kesalahan Pembebasan Tahanan di Inggris dan Wales: Masalah yang Terus Meningkat

Menteri Kehakiman Inggris, David Lammy, mengungkapkan bahwa terdapat 12 tahanan yang secara tidak sengaja dibebaskan dalam tiga minggu terakhir. Dari jumlah tersebut, dua orang masih dalam status buron. Angka ini menunjukkan peningkatan dari sebelumnya, ketika sebanyak 91 tahanan dibebaskan tanpa disengaja antara April hingga Oktober di Inggris dan Wales.

Lammy menyatakan bahwa kesalahan manusia selalu muncul saat sistem penjara masih menggunakan metode berbasis kertas. Namun, ia optimis bahwa kondisi ini akan membaik setelah sistem digital sepenuhnya diterapkan. Meskipun ada dua tahanan yang masih buron, Lammy menjelaskan bahwa mereka bukan pelaku kekerasan atau pelecehan seksual.

"Saya tidak akan memberikan detail kasus-kasus tersebut karena ini adalah keputusan operasional yang dibuat oleh polisi," ujarnya. "Anda akan mengerti jika mereka hendak menangkap seseorang, mereka tidak ingin saya membocorkannya."

Perhatian terhadap Kesalahan Pembebasan Tahanan

Beberapa kasus pembebasan tidak disengaja telah menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah kasus Hadush Kebatu, pelaku pelecehan seksual yang dibebaskan secara keliru. Kebatu ditangkap kembali dua hari setelah dibebaskan dan kini telah dideportasi ke Ethiopia.

Setelah itu, muncul berita tentang dua tahanan lain, William Smith dan Brahim Kaddour-Cherif, yang juga dibebaskan karena kesalahan. Keduanya berhasil kembali ke penjara. Kasus-kasus ini memicu pemerintah untuk mengambil langkah-langkah keamanan baru, termasuk penerapan daftar periksa bagi para gubernur penjara agar dapat memastikan proses pembebasan berjalan tepat.

Pernyataan terbaru dari Lammy dilakukan pada 11 November, saat ia memberikan penjelasan kepada House of Commons mengenai langkah-langkah yang telah diambil untuk menyelesaikan masalah ini.

Peningkatan Angka Pembebasan Tahanan yang Keliru

Jumlah tahanan yang dibebaskan karena kesalahan meningkat sebesar 128 persen tahun lalu. Angka ini naik dari 115 pada tahun 2023-2024 menjadi 262 pada tahun berikutnya. Selama tahun 2024-2025, lebih dari 57.000 tahanan telah menyelesaikan bagian hukuman mereka di Inggris dan Wales, angka ini meningkat sekitar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka ini mencakup kasus di mana individu dibebaskan terlalu dini atau terlalu lambat. Lammy mengakui adanya peningkatan jumlah kesalahan dan menambahkan, "Saya ingin menurunkannya, tetapi kita harus berjuang keras."

Penyebab Banyaknya Kesalahan Pembebasan Tahanan

Menurut Lammy, salah satu penyebab utama kesalahan adalah hilangnya 6.000 petugas di bawah pemerintahan sebelumnya. Menteri Kehakiman Bayangan, Robert Jenrick, menyalahkan peningkatan angka tersebut akibat kebingungan yang disebabkan oleh skema pembebasan awal Partai Buruh. Proyek ini diperkenalkan untuk mengurangi kepadatan penjara.

"Publik terus-menerus berada dalam risiko akibat manajemen yang kacau. Kapankah bencana ini akan berakhir?" ujarnya.

Juru Bicara Partai Demokrat Liberal, Jess Brown-Fuller, menyatakan bahwa situasi ini tidak dapat diterima karena keselamatan publik kembali terancam. Menurutnya, baik pemerintah maupun layanan penjara harus mengakui kegagalan mereka dan menjamin bahwa kesalahan ini akan berhenti terjadi untuk selamanya.

Upaya Pemerintah untuk Mengatasi Kesalahan Layanan Penjara

Bulan lalu, Lammy mengumumkan tindakan yang telah diambil pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Salah satu langkahnya adalah investasi hingga 10 juta pounsterling untuk peralatan AI baru guna mengurangi kesalahan manusia dan meningkatkan sistem berbasis kertas yang digunakan oleh sistem penjara.

Selain itu, pemerintah telah meminta mantan wakil komisaris Kepolisian Metropolitan, Dame Lynne Owens, untuk melakukan peninjauan atas kesalahan yang menyebabkan pembebasan Kebatu dan hal-hal yang menyebabkan kesalahan di seluruh kompleks penjara. Dia dijadwalkan melapor kembali pada Februari 2026.

Kepala inspektur penjara, Charlie Taylor, menilai bahwa meningkatnya jumlah pembebasan yang keliru merupakan bukti bahwa ada sesuatu yang salah dengan sistem penjara. Menurutnya, kesalahan sebagian terjadi karena staf yang tidak berpengalaman harus menangani beban kasus yang sangat besar. Penjara juga harus beradaptasi dengan berbagai kebijakan, termasuk berbagai skema pembebasan awal yang diperkenalkan oleh pemerintahan Konservatif sebelumnya dan pemerintahan Buruh saat ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan