Ketika Ibu Mertua Jadi Penopang Utama Ibu Bekerja

Dukungan Keluarga yang Tak Terlihat, Tapi Sangat Berarti

Di tengah tekanan yang sering dihadapi oleh ibu bekerja, dukungan dari keluarga menjadi salah satu penopang utama agar mereka bisa tetap melanjutkan perjalanan hidupnya. Bagi Novinda (37), seorang HR Manager di sebuah perusahaan media, dukungan itu tidak hanya datang dari suaminya, tetapi juga dari sosok yang jarang disorot: ibu mertuanya, Sari (67).

Sari, yang ia panggil Mama, menjadi figur penting dalam kehidupan Novinda, terutama saat-saat paling berat. Ia tidak hanya membantu dalam pengasuhan anak, tetapi juga memberikan ruang emosional bagi Novinda untuk tetap berkembang sebagai profesional sekaligus ibu.

Menantu adalah Anak

Bagi Sari, menantu bukanlah orang asing yang harus dijauhi, melainkan bagian dari keluarga yang layak diterima dengan tangan terbuka. Ia memiliki tiga anak laki-laki, dan kehadiran menantu membuatnya merasa bahagia.

Dari awal sudah berkomitmen dengan diri saya sendiri. Kalau punya menantu, memang menantu itu ya sama dengan anak saya. Enggak saya bedikan, enggak ada berat sebelah, ujar Sari.

Ia menjelaskan bahwa komunikasi yang baik merupakan bentuk dukungan terbesar yang bisa diberikan kepada menantunya. Kehadirannya sebagai tempat curhat ketika Novinda merasa kewalahan menjalankan peran gandanya sebagai ibu dan pekerja sangat berarti.

Memahami Tekanan Sebagai Ibu Bekerja

Tidak semua ibu mertua memahami keinginan menantunya untuk tetap bekerja setelah memiliki anak. Namun, Sari justru mendukung pilihan Novinda dalam segala hal terkait pekerjaannya. Alasannya sederhana: ia sendiri adalah seorang ibu bekerja sebelum akhirnya pensiun.

Ia juga memahami tantangan besar yang dihadapi ibu bekerja di era modern, terlebih dengan kemacetan yang sering terjadi di jalan raya.

Capeknya di perjalanan. Kalau enggak bisa mengendalikan emosi, sudah emosi banget di jalan karena macet. Rutinitas itu yang menjadi tekanan bagi ibu bekerja, kata Sari.

Menurutnya, Novinda tetap bisa menjadi ibu yang baik, cekatan, dan telaten dalam mengurus Maura, cucunya, meski harus membagi waktunya antara pekerjaan dan keluarga.

Pesan untuk Menantu yang Hebat

Sari mengakui bahwa saat ini, Novinda telah menjadi sosok yang bijaksana dan selalu menyayangi anak, suami, serta orangtuanya. Harapan terbesarnya adalah agar Novinda selalu sehat, karena menjadi ibu bekerja yang multiperan memang sangat melelahkan.

Selain itu, ia berharap Novinda juga menganggapnya sebagai orangtua kandung. Sari sangat senang dengan kehadiran Novinda dalam keluarganya.

Soalnya anak kandung tiga, laki-laki semua. Bu benar-benar senang banget punya menantu, punya anak perempuan. Karena Allah, ibu diberikan anak perempuan. Bahagialah ibu, senang juga, pungkas Sari.

Dukungan yang Tak Terlihat, Tapi Sangat Berarti

Dari cerita Sari dan Novinda, terlihat bahwa dukungan dari keluarga, terutama dari ibu mertua, bisa menjadi faktor penting dalam keberhasilan seorang ibu bekerja. Meski tidak selalu terlihat, dukungan seperti ini sering kali menjadi penyeimbang yang membuat perempuan bisa tetap kuat dan berkembang.

Kehadiran sosok seperti Sari menunjukkan bahwa hubungan antara ibu mertua dan menantu tidak harus rumit. Justru, jika dibangun dengan saling memahami dan kasih sayang, hubungan tersebut bisa menjadi fondasi yang kuat untuk keluarga.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan