Ketua BUMDes Diduga Gunakan Dana Rp529 Juta untuk Judi dan CSR Gelap, Update Penembakan Kenyala

Ketua BUMDes Diduga Gunakan Dana Rp529 Juta untuk Judi dan CSR Gelap, Update Penembakan Kenyala

Dampak Larangan Kembang Api pada Pedagang di Kota Sampit

Kebijakan pelarangan pesta kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2026 berdampak langsung pada para pedagang kembang api, termasuk di Kota Sampit. Salah satu pedagang yang merasakan dampak tersebut adalah Isma, seorang ibu rumah tangga yang berjualan kembang api secara musiman. Pada Selasa sore (30/12/2025), Isma tampak duduk di kursi kecil di samping lapaknya.

Ia mengetahui adanya Surat Edaran Nomor 019/1960/SETDA.PRO-KP/2025 tentang Pelaksanaan Kegiatan Pergantian Tahun Baru 2026 yang mengatur larangan pesta kembang api di wilayah Kotim. Isma mengaku, sejak adanya kebijakan tersebut, penjualan kembang api menjelang tahun baru mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Banyak pedagang seperti Isma mengalami kerugian besar akibat larangan ini. Mereka biasanya mempersiapkan stok kembang api beberapa minggu sebelum perayaan Tahun Baru. Namun, dengan larangan yang dikeluarkan, banyak dari mereka terpaksa menyisihkan uang yang telah mereka habiskan untuk pembelian bahan baku dan persediaan.

Kasus Penggelapan Dana Gabah Petani di Kotim

Kasus penggelapan dana gabah petani yang menyeret AM (34) oknum Ketua BUMDes Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng. Sempat menghilang, AM berhasil diringkus aparat kepolisian dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Dana ratusan juta rupiah milik petani diketahui habis digunakan untuk bermain judi online (judol).

Kapolsek Jaya Karya, Ipda Fauzy Alamsyah membenarkan, tersangka AM saat ini telah resmi ditahan guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya pengawasan terhadap pengelolaan dana yang berasal dari masyarakat, khususnya dalam lembaga seperti BUMDes.

Rentetan Bencana di Kotim Sepanjang 2025

Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sepanjang Tahun 2025 tidak lepas dari berbagai peristiwa bencana. Mulai dari kebakaran hutan dan lahan, banjir, cuaca ekstrem, hingga kejadian pencarian dan pertolongan (SAR) yang menelan korban jiwa. Kecamatan Teluk Sampit tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kejadian SAR terbanyak, yakni tiga kejadian dengan lima orang korban meninggal dunia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, menyampaikan bahwa rekapitulasi bencana ini dihimpun sejak 1 Januari 2025 hingga 30 Desember 2025 sebagai bahan evaluasi dan perencanaan penanggulangan bencana ke depan. “Sepanjang 2025, kami melihat dinamika bencana yang cukup kompleks. Faktor cuaca dan aktivitas manusia masih menjadi penyebab utama terjadinya berbagai kejadian,” kata Multazam, Rabu (31/12/2025).

Pantai Ujung Pandaran Tetap Jadi Tujuan Wisata Favorit

Pantai Ujung Pandaran hingga kini masih menjadi destinasi wisata unggulan dan primadona di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Keindahan alam, hamparan pasir, serta kedekatannya dengan kehidupan masyarakat pesisir menjadikan pantai ini selalu ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim, Rihel, mengatakan bahwa Ujung Pandaran tetap menjadi tujuan favorit wisatawan lokal maupun dari luar daerah. Selain panorama laut yang khas, pantai ini juga memiliki nilai budaya dan ekologis yang penting bagi masyarakat setempat. “Pantai Ujung Pandaran sampai sekarang masih menjadi primadona wisata Kotim. Setiap musim liburan, kunjungan ke sana selalu meningkat,” ujar Rihel, Rabu (31/12/2025).

Pengamanan Lalu Lintas Saat Malam Tahun Baru 2026

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan kesiapan dalam mengamankan arus lalu lintas saat malam pergantian Tahun Baru 2026. Sejumlah skema pengaturan dan penyekatan lalu lintas telah dipersiapkan guna mengantisipasi lonjakan kendaraan di wilayah Kota Sampit.

Kasat Lantas Polres Kotim, AKP Hariyanto, mengatakan pengamanan akan difokuskan pada jalur-jalur utama yang dinilai rawan kepadatan, khususnya sepanjang Jalan A Yani dan beberapa bundaran strategis di dalam kota. Menurutnya, titik penggal jalan yang menjadi perhatian meliputi Bundaran Polres hingga Persimpangan Swalayan Kusuka, Bundaran Polres sampai Bundaran Semekto, serta Bundaran Polres menuju Bundaran Belanga.

Hasil Investigasi Insiden di Desa Kenyala

Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merilis hasil investigasi terkait insiden penembakan terhadap empat warga Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, yang terjadi di areal HGU PT KKP 3 Wilmar Group. Ketua Harian DAD Kotim, Gahara Ramadhan, menyampaikan bahwa investigasi tersebut dilakukan oleh Tim Pandawa V guna mencari dan memastikan fakta atas peristiwa penembakan yang sempat menghebohkan masyarakat.

“Tim Pandawa V telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kronologis dan fakta kejadian penembakan terhadap empat warga Desa Kenyala,” ujar Gahara, Rabu (31/12/2025). Ia menjelaskan, investigasi dilakukan pada Rabu, 24 Desember 2025, bertempat di Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pernyataan Kapolres Pasca Insiden di Desa Kenyala

Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim) AKBP Resky Maulana Zulkarnain meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait insiden penembakan empat warga Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, yang terjadi di areal perkebunan PT KKP 3 Wilmar Group. Hal tersebut disampaikan AKBP Resky saat ditemui nurulamin.pro, pada Rabu (31/12/2025). Pernyataan itu sendiri menyusul meluasnya informasi dan berbagai persepsi publik terhadap peristiwa yang dinilai sensitif tersebut.

“Informasi ini memang sudah beredar luas dan kami memahami adanya kekhawatiran serta stigma negatif di masyarakat. Karena itu, kami menyampaikan secara terbuka agar tidak terjadi kesimpangsiuran,” ujarnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan