Ketua Konsorsium Gerakan Ayah Teladan Indonesia Soroti Tantangan Pengasuhan di Era Digital

Ketua Konsorsium Gerakan Ayah Teladan Indonesia Soroti Tantangan Pengasuhan di Era Digital

Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak di Era Digital

Ketua Konsorsium Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Fakhrulrozi, menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, terutama di tengah perubahan besar pola hidup dari generasi transisi ke generasi digital native. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah kegiatan yang berlangsung bersama IPKB Jabar di kantor Perwakilan Kemendukbangga/ BKKBN Jabar, pada Kamis 11 Desember 2025.

Fakhrulrozi menjelaskan bahwa generasi orang tua saat ini terbiasa dengan proses yang serba menunggu, berbeda dengan anak-anak yang tumbuh dalam era serba cepat. Generasi kita adalah generasi transisi. Dulu menonton acara televisi harus menunggu seminggu sekali. Anak-anak sekarang tumbuh dengan konten instan, serba cepat, dan responsif, ujarnya.

Menurutnya, perbedaan pola adaptasi teknologi tersebut memberikan dampak signifikan pada perilaku anak, seperti mudah marah, cepat putus asa, hingga kecanduan gim akibat stimulus digital yang terus berubah. Ia menegaskan bahwa gadget kini menjadi tantangan utama dalam pengasuhan anak.

Selain berdampak pada anak, ketidakhadiran ayah dalam kehidupan keluarga juga dinilai menambah beban emosional ibu. Fakhrulrozi mencontohkan tingginya kasus perceraian yang disebabkan oleh kelelahan mental istri karena kurangnya dukungan suami.

Di Garut saja, satu bulan hampir 4.000 pasangan bercerai. Banyak istri merasa menjalani pernikahan justru semakin berat, jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa absennya figur ayah juga berpengaruh pada perkembangan anak laki-laki maupun perempuan. Anak laki-laki rentan kehilangan figur maskulin, sementara anak perempuan berisiko mencari pengganti figur tersebut di luar keluarga.

Menguatkan Peran Ayah dalam Keluarga

Untuk menguatkan peran ayah dalam keluarga, GATI bersama berbagai komunitas mendorong GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Raport) sebagai bentuk keterlibatan ayah dalam pendidikan anak. Fakhrulrozi menilai langkah tersebut penting karena selama ini ibu lebih dominan dalam urusan akademik anak.

Ayah biasanya lebih fokus pada solusi. Keterlibatan ayah dapat membantu anak berkembang secara akademik dan emosional, katanya.

Ia berharap gerakan tersebut menjadi awal meningkatnya kesadaran para ayah untuk hadir secara fisik maupun emosional dalam keluarga. Hal tersebut terutama menghadapi kompleksitas tantangan pengasuhan di era digital.

Tantangan dan Solusi dalam Pengasuhan Anak

Dalam era digital, anak-anak menghadapi berbagai tantangan, termasuk penggunaan gadget yang berlebihan dan kurangnya interaksi sosial langsung. Fakhrulrozi menekankan bahwa ayah memiliki peran kunci dalam membantu anak menghadapi tantangan ini.

  • Ayah dapat menjadi contoh yang baik dalam menggunakan teknologi secara bijak.
  • Keterlibatan ayah dalam kehidupan sehari-hari anak dapat membantu membangun rasa percaya diri dan kemampuan sosial anak.
  • Ayah juga bisa menjadi pendengar yang baik bagi anak, membantu mereka mengekspresikan perasaan dan masalah mereka.

Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga

Kehadiran ayah tidak hanya berdampak pada anak, tetapi juga pada kesejahteraan seluruh anggota keluarga. Fakhrulrozi menyatakan bahwa ayah yang hadir secara emosional dan fisik dapat mengurangi beban kerja ibu dan menciptakan lingkungan keluarga yang lebih harmonis.

  • Ayah yang aktif dalam pengasuhan dapat membantu mengurangi tekanan mental pada ibu.
  • Kehadiran ayah dapat memberikan ketenangan dan rasa aman bagi anak.
  • Ayah juga dapat menjadi sumber dukungan dan motivasi bagi anak dalam menghadapi tantangan hidup.

Kesimpulan

Peran ayah dalam pengasuhan anak sangat penting, terutama di tengah perubahan pola hidup yang semakin cepat dan kompleks. Dengan keterlibatan ayah yang lebih aktif, anak dapat tumbuh menjadi individu yang lebih seimbang, baik secara akademik maupun emosional. Gerakan GEMAR adalah langkah awal yang penting untuk meningkatkan kesadaran para ayah akan tanggung jawab mereka dalam keluarga.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan