Ketua LPTQ Sleman Dikukuhkan, Siap Jadi Penggerak Pembinaan Al Quran dan Harmoni Umat

Ketua LPTQ Sleman Dikukuhkan, Siap Jadi Penggerak Pembinaan Al Quran dan Harmoni Umat

Pemkab Sleman Berharap LPTQ Jadi Garda Depan Pembinaan Keislaman

Pemerintah Kabupaten Sleman memiliki harapan besar terhadap Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) sebagai garda depan dalam pembinaan keislaman yang moderat dan membumi. Harapan ini disampaikan oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, saat mengukuhkan pengurus LPTQ dan Forum Rois Kabupaten Sleman masa bakti 2026–2030 di Pendopo Parasamya, Rabu, 31 Desember 2025.

Dalam sambutannya, Harda menekankan bahwa LPTQ tidak hanya berperan dalam urusan lomba atau seremonial keagamaan, tetapi juga harus tampil strategis dalam pembinaan tilawah, tahfiz, tafsir, hingga pemahaman Al Quran di tengah masyarakat. Ia berharap LPTQ mampu mengambil peran strategis dalam pembinaan tilawah, tahfiz, tafsir, dan pemahaman Al Quran.

Harda juga menyoroti pentingnya peran Forum Rois sebagai mitra pembinaan umat. Menurutnya, rois memiliki posisi penting dalam menjaga harmoni sosial serta menanamkan nilai keislaman yang sejuk dan rahmatan lil ‘alamin. Forum Rois diharapkan menjadi garda terdepan dalam membimbing umat, menjaga kehidupan beragama yang rukun, serta memperkuat ketakwaan masyarakat.

Proses Seleksi Kepengurusan LPTQ yang Terbuka dan Selektif

Di sisi lain, proses pembentukan kepengurusan LPTQ Sleman periode 2026–2030 disebut dilakukan secara selektif dan terbuka. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Wiyato Widodo, menjelaskan bahwa pemilihan pengurus dilakukan melalui mekanisme seleksi khusus untuk sembilan posisi inti. Seleksi dilakukan untuk ketua, sekretaris, bendahara, serta enam kepala bidang.

Proses tersebut melibatkan lima akademisi yang ditetapkan melalui Keputusan Bupati Sleman Nomor 88/Kep.KDH/A/2025 tentang Tim Seleksi Pengurus LPTQ Kabupaten Sleman Masa Bakti 2025–2030. Menurut Wiyato, mekanisme ini dirancang agar LPTQ diisi oleh figur-figur yang tidak hanya paham bidangnya, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen pengabdian.

Ia berharap para pengurus terpilih mampu menjalankan amanah organisasi secara profesional. Pengurus juga harus mampu membangun komunikasi yang baik, baik antaranggota maupun dengan instansi terkait, sekaligus ikut menjaga solidaritas dan kerukunan di masyarakat.

Visi Pemkab Sleman untuk LPTQ yang Adaptif dan Inklusif

Dengan kepengurusan baru ini, Pemkab Sleman berharap LPTQ mampu menjadi motor penggerak pembinaan Al Quran yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan dinamika generasi muda, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keislaman. Diharapkan, lembaga ini dapat menjadi wadah yang mampu menciptakan generasi muda yang lebih memahami dan menghayati ajaran Islam secara utuh.

LPTQ juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat iman dan taqwa masyarakat, sekaligus menjaga harmoni antarumat beragama. Dengan pendekatan yang moderat dan membumi, LPTQ diharapkan mampu menjadi contoh dalam menjalankan kegiatan keagamaan yang bersifat edukatif dan inovatif.

Peran LPTQ dalam Pembinaan Keislaman yang Berkelanjutan

Salah satu aspek penting yang ditekankan oleh Pemkab Sleman adalah keberlanjutan dalam pembinaan keislaman. LPTQ tidak hanya bertugas dalam program-program tahunan, tetapi juga harus mampu merancang strategi jangka panjang yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Hal ini termasuk dalam pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

Selain itu, LPTQ juga diminta untuk aktif dalam mengembangkan program-program yang bersifat inklusif, sehingga semua kalangan masyarakat dapat terlibat dalam kegiatan keagamaan. Dengan demikian, LPTQ bisa menjadi pusat pembelajaran yang tidak hanya terbatas pada kalangan tertentu, tetapi mencakup seluruh lapisan masyarakat.

Kesimpulan

Kepengurusan LPTQ Sleman yang baru diharapkan mampu menjalankan perannya dengan optimal. Dengan kompetensi, integritas, dan komitmen yang tinggi, pengurus LPTQ diharapkan mampu menghadapi tantangan di masa depan. Selain itu, LPTQ juga diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak utama dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berkeadaban.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan