
Insiden Ricuh di Final Bupati Cup IX, PSSI Pasangkayu Tunggu Keputusan Komdis
Ketua PSSI Pasangkayu, Rian Ramadhan, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait insiden ricuh yang terjadi dalam laga final Bupati Cup IX. Peristiwa ini terjadi pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Ambo Djiwa, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, pada Kamis (11/12/2025).
Rian menyatakan bahwa selama ini pihaknya tetap menjaga sikap netral dan hanya menunggu keputusan resmi dari Komdis sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa PSSI Pasangkayu akan bersikap tegas terhadap siapa pun yang terbukti melanggar aturan, baik pemain maupun klub.
Saya selaku Ketua PSSI Pasangkayu, yang pasti menunggu keputusan Komdis PSSI, ujar Rian saat dikonfirmasi, Sabtu (13/12/2025). Siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran akan ditindak atau diberi sanksi. Klub maupun pemain akan diberikan sanksi tegas.
Kericuhan Terjadi Usai Pertandingan
Insiden kericuhan terjadi setelah pertandingan memasuki masa tambahan waktu babak kedua. Wasit memberikan tambahan waktu sembilan menit, namun hingga waktu tersebut dinilai telah terlampaui, pertandingan belum juga dihentikan. Sejumlah pemain kemudian melakukan protes terhadap wasit, sehingga situasi memanas dan berujung pada adu mulut antara pemain dan ofisial.
Tidak lama berselang, beberapa suporter masuk ke dalam lapangan hingga memicu kericuhan. Dalam peristiwa tersebut, seorang pemain bernama Fauzan Admaja dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh suporter dan mengalami luka memar di bagian wajah.
Proses Penyelidikan oleh Komdis PSSI
Rian menjelaskan bahwa saat ini Komdis PSSI masih melakukan analisa dan pengumpulan bukti terkait kejadian tersebut sebelum menentukan sanksi. Ia menegaskan bahwa proses ini harus dilakukan secara lengkap dan objektif agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Kami menunggu keputusan Komdis PSSI. Setelah Komdis melakukan analisa dan pengumpulan bukti, berikutnya kami akan mengeluarkan sanksi, jelas Rian.
Ia berharap kejadian ini menjadi evaluasi bersama agar pelaksanaan turnamen sepak bola di Pasangkayu ke depan dapat berjalan aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Langkah yang Diambil Oleh PSSI Pasangkayu
PSSI Pasangkayu menegaskan komitmennya untuk memberikan sanksi tegas bagi pemain atau klub yang terbukti melanggar aturan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penegakan disiplin dan menjaga reputasi sepak bola di wilayah tersebut.
- Pemain atau klub yang terbukti melakukan pelanggaran akan menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.
- Proses penyelidikan oleh Komdis PSSI akan dilakukan secara transparan dan akuntabel.
- PSSI Pasangkayu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan turnamen dan menjaga suasana yang harmonis.
Evaluasi Bersama untuk Masa Depan
Dalam rangka mencegah terulangnya kejadian serupa, PSSI Pasangkayu berencana untuk melakukan evaluasi bersama dengan berbagai pihak terkait. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan profesional dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar