
Penemuan Jenazah RH di Balikpapan Barat
Kasus hilangnya RH (47), warga Baru Ulu, Balikpapan Barat, akhirnya terungkap setelah jenazahnya ditemukan di bawah kolong rumah warga RT 50 pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 00.00 WITA. Korban dinyatakan hilang selama tiga hari sebelum akhirnya ditemukan oleh adiknya yang ikut mencari. Kejadian ini memicu kekhawatiran dan pencarian yang dilakukan oleh warga sekitar.
Pada Sabtu (22/11/2025) sekitar pukul 19.00 WITA, RH sempat pamit Salat Isya di Masjid Al Ula. Sekitar pukul 21.00 WITA, korban terekam CCTV berjalan ke belakang masjid menuju permukiman Gang Jembatan Empat. Menurut Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Barat, Ipda Hendik Winarto, korban terakhir kali terlihat masuk ke gang arah permukiman. Tiga hari kemudian, jasadnya ditemukan di bawah kolong rumah.
Hubungan dengan Seorang Perempuan
Polisi saat ini sedang mendalami hubungan antara RH dan seorang perempuan yang terakhir ditemui oleh korban. Dari keterangan pelaku, mereka baru kenal sekitar tiga minggu dan sudah bertemu tiga kali. Pelaku diketahui memiliki suami yang tengah sakit stroke dan tinggal terpisah. Ia mengaku bahwa RH datang ke kontrakannya pada malam kejadian.
Pengakuan ini diperkuat oleh rekaman CCTV serta keterangan warga yang melihat korban menuju rumah tersebut. Setelah jasad RH ditemukan, keluarga korban langsung mendatangi rumah pelaku berdasarkan informasi dari warga sekitar. Saat ditanya, pelaku mengakui bahwa korban sebelumnya datang ke rumahnya. Pelaku kemudian dibawa ke Polsek oleh keluarga korban tanpa ada proses penangkapan karena pelaku ikut datang.
Hasil Autopsi dan Penyebab Kematian
Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan fisik pada korban. Hasil autopsi RSUD Kanujoso Djatiwibowo mengungkap penyebab kematian RH adalah mati lemas karena air masuk ke paru-paru. Tanda-tanda tenggelam ditemukan, dengan paru-paru korban yang membengkak dan ditemukan air di dalamnya. Tidak ada bukti korban meninggal akibat serangan jantung atau kekerasan.
RH memiliki riwayat diabetes, namun tidak ditemukan riwayat penyakit yang menyebabkan kematian mendadak. Meski demikian, penyidik masih mendalami lebih jauh hubungan korban dan pelaku, serta aktivitas keduanya pada malam RH dinyatakan hilang.
Saksi dan Pemeriksaan Lebih Lanjut
Menurut Ipda Hendik, saksi sementara ada tiga orang: istri korban, adik korban, dan tetangga pelaku yang melihat korban datang ke rumah tersebut. Semuanya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga menelusuri kemungkinan lain, termasuk aktivitas korban sebelum meninggal, untuk memastikan tidak ada unsur pidana lain.
Kesimpulan
Penemuan jenazah RH di bawah kolong rumah warga menunjukkan bahwa korban meninggal akibat mati lemas, bukan karena kekerasan. Kasus ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang hubungan antara RH dan pelaku, serta aktivitas korban sebelum meninggal. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kejelasan dan keadilan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar