Khofifah Pantau Pembangunan 2 Jembatan Rusak di Lumajang, Pastikan Selesai 31 Desember


LUMAJANG, berita
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah melakukan kunjungan kerja ke Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (12/12/2025). Dalam kunjungannya, ia meninjau progres pembangunan dua jembatan penting, yaitu Jembatan Curah Maling dan Jembatan Curah Kebo. Kedua jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan antara Kecamatan Senduro dan Kecamatan Gucialit.

Sebelumnya, kedua jembatan tersebut mengalami kerusakan parah akibat derasnya hujan yang terjadi pada 19 September 2025. Kondisi ini menyebabkan gangguan serius dalam konektivitas antarkecamatan, serta menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa di wilayah setempat.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah daerah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur membangun kembali kedua jembatan menggunakan sistem jembatan bailey. Teknologi ini dipilih karena proses pengerjaannya relatif cepat dan efisien, terutama dalam menghadapi kondisi darurat seperti ini.

Berdasarkan informasi dari papan proyek, hingga 10 Desember 2025, progres pembangunan telah mencapai 78,27 persen. Gubernur Khofifah menyatakan bahwa pengerjaan berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.

Insha Allah , setelah rangka baja dipasang, jembatan ini dapat segera digunakan, dan konektivitas masyarakat baik sektor ekonomi, distribusi barang, jasa, pendidikan, dan lainnya bisa kembali lancar, ujar Khofifah saat berkunjung ke lokasi proyek.

Menurutnya, penggunaan teknologi jembatan bailey menjadi pilihan utama karena sifatnya yang modular dan mudah dipasang. Proses pembangunan lebih banyak memakan waktu pada pengerjaan pondasi dan bronjong.

Kalau ini atasnya bailey, jadi bailey itu sistem yang dipasang secara modular. Biasanya yang membutuhkan waktu itu pondasinya dan bronjong-bronjong-nya.

Ia menjelaskan, untuk jembatan ini pondasinya sudah selesai, sehingga setelah rangka dipasang Insha Allah sesuai target 31 Desember bisa selesai.

Proses Pembangunan Jembatan Bailey

Berikut adalah beberapa hal penting terkait proses pembangunan jembatan bailey:

  • Sistem Modular
    Jembatan bailey dirancang dengan sistem modular, sehingga memudahkan pemasangan dan perbaikan. Komponen-komponen jembatan dapat disusun sesuai kebutuhan tanpa perlu konstruksi yang rumit.

  • Waktu Pengerjaan
    Meskipun pemasangan rangka jembatan relatif cepat, waktu yang dibutuhkan lebih besar untuk pengerjaan pondasi dan bronjong. Hal ini sangat penting untuk memastikan stabilitas dan keamanan jembatan.

  • Kesiapan Fisik
    Hingga saat ini, pondasi jembatan sudah selesai dikerjakan. Ini menjadi langkah penting agar proses pemasangan rangka jembatan dapat dilakukan sesuai rencana.

  • Target Selesainya
    Gubernur Khofifah menegaskan bahwa jembatan akan selesai pada 31 Desember 2025. Hal ini bertujuan untuk segera mengembalikan fungsi jembatan sebagai akses vital bagi masyarakat.

Manfaat Jembatan Bailey

Jembatan bailey memiliki beberapa manfaat yang sangat signifikan, antara lain:

  • Mengurangi Waktu Konstruksi
    Sistem modular memungkinkan pemasangan jembatan dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan metode konvensional.

  • Meningkatkan Konektivitas
    Setelah selesai, jembatan akan menghubungkan dua kecamatan, sehingga mempercepat mobilitas warga dan distribusi barang.

  • Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
    Akses yang lancar akan mendukung aktivitas ekonomi, termasuk perdagangan dan transportasi.

  • Meningkatkan Keamanan
    Pondasi yang kuat dan struktur jembatan yang stabil akan memberikan rasa aman bagi pengguna jembatan.

Dengan penyelesaian proyek ini, diharapkan masyarakat di sekitar wilayah Kecamatan Senduro dan Gucialit dapat kembali merasakan manfaat dari infrastruktur yang layak dan andal.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan