Kecintaan pada Balap yang Tumbuh di Dalam Rahim
Janin dalam kandungan dapat terpengaruh oleh berbagai hal di sekitarnya, seperti suara mesin motor dan mobil yang sering didengar ibu. Hal ini diperkuat oleh kisah Muhammad Yoki Arafat, seorang mekanik yang membuka bengkel di rumah saat istrinya sedang mengandung. Janin itu kelak tumbuh menjadi Muhammad Kiandra Ramadhipa, seorang pembalap muda yang berhasil menjuarai European Talent Cup 2025 di Barcelona.
Pengalaman Ayah yang Membentuk Karier Anaknya
Yoki menceritakan pengalamannya saat istrinya sedang hamil. Ia biasanya bekerja di bengkel sambil mendengarkan suara mesin kendaraan. Saat melahirkan, ia membawa mobil yang memiliki suara keras. Setelah lahir, Rama langsung menangis, tetapi ketika Yoki mulai memperbaiki mobil, tangisan Rama berhenti.
Kemenangan Rama di European Talent Cup 2025 tidak mudah. Ia harus start dari posisi ke-24, namun berhasil meraih kemenangan dengan selisih hanya 0,007 detik dari pembalap tuan rumah, Carlos Cano. Ini merupakan bukti bahwa kesulitan bisa diubah menjadi kesuksesan.

Kesalahan dalam Kualifikasi dan Upaya Menyusul
Pada babak kualifikasi, Rama melakukan kesalahan yang menyebabkan penalti. Meski awalnya merasa terpuruk, ia tidak menyerah. Ia menjaga fokus dengan berkomunikasi dengan keluarga, salat, dan menjaga kebugaran fisik.
Saya sangat senang dengan race itu, karena saya menyalip banyak pembalap dan juga harus memanage fisik saya, mengontrol pikiran saya. Alhamdulillah, saya bisa memenangkan balapannya di garis finis, ujarnya.

Kemenangan Sebelumnya dan Latihan Keras
Kemenangan di Catalunya bukan yang pertama bagi Rama. Pada seri ketiga ETC 2025 Juli lalu, ia juga finis pertama di sirkuit Magny-Cours, Prancis. Rama akrab dengan dunia otomotif sejak dini karena ayahnya adalah seorang mekanik. Yoki mengingat momen pertama putranya masuk ke dunia balap saat berusia 4 tahun 2 bulan.
Latihan Rama sangat keras, mulai dari belajar mengendarai motocross hingga meningkat ke motor Mini GP dan Underbone. Sang ayah selalu tegas dalam melatih dan memberi arahan, bahkan tak segan memarahinya jika ia berbuat kesalahan.

Pandemi dan Keputusan Besar Ayah
Gairah Rama di dunia balap sempat terbendung kala pandemi merebak pada 2020 silam. Menghadapi situasi tak menentu ini, Yoki memutuskan untuk membawa keluarganya pindah ke Jakarta. Tujuan utamanya adalah agar Rama bisa tetap berlatih di Sirkuit Sentul yang masih beroperasi dengan protokol khusus.
Saya melihat di sana ada Sirkuit Sentul. Nah, Sirkuit Sentul waktu itu memang satu-satunya sirkuit yang tetap buka dengan protokol khusus. Menurut saya waktu itu, ini satu-satunya jalan untuk latihan tanpa ada gangguan apa pun, papar Yoki.

Kepindahan yang Berujung pada Kontrak Profesional
Keputusan Yoki merantau saat pandemi ternyata membawa Rama pada takdirnya: dikontrak profesional oleh Astra Honda Racing Team dan mulai melaju di kejuaraan dunia pada 2022, hingga kini berkompetisi di ETC bersama Honda Asia Dream Racing Junior Team.
Ketika saya dan Rama mengambil keputusan bahwa di 2022 kita masuk ke tim itu, salah satu tim Honda di bawah naungan Astra, dari situlah pintu gerbang Rama bisa sampai sekarang, pungkas Yoki.

Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar