Kinerja Nyata Munafri-Aliyah: Gerai UMKM, Insentif Nakes, dan Bedah Rumah

Program 7 Sapta Mulia dan Prioritas Pemkot Makassar untuk Tahun 2026

Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham, yang memimpin Kota Makassar sejak Februari 2025, telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan program-program strategis. Dengan tagline MULIA (Makassar Unggul, Lestari, Inovatif, Aman, dan Jaya), pasangan ini langsung bergerak cepat untuk membuktikan kerja nyata kepada 1,6 juta warga Makassar.

Salah satu inisiatif utama mereka adalah penerapan tujuh program prioritas yang dikenal sebagai 7 Sapta Mulia. Program ini mencakup berbagai aspek penting seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan. Berikut beberapa program utama yang telah dijalankan:

  • Lontara+: Program pengembangan budaya dan seni yang bertujuan meningkatkan kearifan lokal.
  • Makassar Creative Hub: Ruang kolaborasi bagi pelaku seni dan kreatif untuk berkembang.
  • Gratis Pemasangan Instalasi Air Bersih: Membantu masyarakat dalam mendapatkan akses air bersih secara gratis.
  • Gratis Seragam Sekolah: Mengurangi beban biaya pendidikan bagi siswa.
  • Gratis Iuran Sampah: Memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengelola sampah.
  • Makassar Berjasa: Program pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.
  • Pembangunan Stadion Bertaraf Internasional: Menjadi salah satu proyek infrastruktur besar yang akan dikembangkan.

Selain itu, terdapat 30 poin menonjol yang diwujudkan berdasarkan tujuh Sapta Mulia tersebut. Tujuan utama dari program ini adalah mengurangi beban masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Penguatan Ekonomi dan Kesehatan

Dalam sektor ekonomi, Pemkot Makassar menargetkan pembentukan Gerai UMKM di 153 kelurahan. Pada tahun 2025, realisasi baru mencapai 15 kelurahan dan ditargetkan bertambah menjadi 30 kelurahan pada 2026. Selain itu, pembinaan kelompok usaha unggulan berbasis RW ditargetkan menjangkau 1.000 pelaku usaha pada 2026. Pemberdayaan ekonomi di wilayah tempat pembuangan akhir juga terus dilakukan, dengan capaian 200 pelaku usaha pada 2025.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat membuka peluang tambahan penghasilan, khususnya bagi ibu rumah tangga. "Jika daya beli masyarakat lemah, jangan berharap pertumbuhan ekonomi bisa muncul," ujar Munafri.

Di sektor kesehatan, Pemkot Makassar merencanakan penyediaan ambulans laut gratis dengan target satu unit pada 2026. Insentif tenaga kesehatan di wilayah pesisir dan kepulauan telah diberikan kepada 93 orang dan ditargetkan tetap berlanjut. Selain itu, pusat pelayanan kesehatan terpadu bagi masyarakat pesisir dan pulau ditargetkan terlaksana sebanyak empat kali kegiatan pada 2026.

Peningkatan Pendidikan dan Infrastruktur

Pemkot juga memberikan tunjangan bagi tenaga pendidik SD dan SMP yang bertugas di pulau-pulau, dengan target meningkat dari 325 orang menjadi 430 orang. Pembangunan Sekolah Terintegrasi PAUD/SD ditargetkan satu unit pada 2026.

"Program Pendidikan ini benar-benar akan kita maksimalkan. Pendidikan dan kesehatan adalah dua hal yang sangat mandatory," tegas Munafri.

Selain itu, program bedah rumah bagi keluarga prasejahtera juga ditargetkan meningkat dari 22 unit menjadi 130 unit.

Tata Kelola Pemerintahan yang Partisipatif

Dalam tata kelola pemerintahan, Pemkot Makassar melaksanakan promosi jabatan secara terbuka dan berbasis meritokrasi, dengan dua dokumen pada 2025 dan target sembilan dokumen pada 2026. Pemilihan langsung RT/RW telah dilaksanakan untuk 5.027 RT dan 1.005 RW pada 2025. Selanjutnya, sistem keamanan lingkungan ditargetkan aktif di seluruh 1.005 RW pada 2026.

Menutup rangkaian program strategis tersebut, Pemkot Makassar menaruh perhatian pada penguatan mitigasi bencana berbasis keluarga dan masyarakat, dengan capaian 330 orang pada 2025 dan target meningkat menjadi 1.050 orang pada 2026.

"Salah satu kegiatan yang membutuhkan anggaran besar adalah pemberian jaminan sosial kepada masyarakat, khususnya pekerja keagamaan dan pekerja rentan," tutur Munafri. "Ini kita lindungi melalui BPJS Ketenagakerjaan yang di-cover APBD Pemerintah Kota Makassar."

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan