Kisah 14 Jam Pelarian Pemenang Nobel, Basah Kuyup Melintasi Laut Gelap Malam

Perjalanan Menyelamatkan Hidup Maria Corina Machado

Maria Corina Machado, penerima penghargaan Nobel Perdamaian 2025, tiba di Norwegia setelah menjalani perjalanan yang penuh risiko dari Venezuela. Perjalanan ini dilakukan dengan cara yang sangat tidak biasa, mengingat situasi politik yang mencekam di negara asalnya.

Kondisi Laut yang Berbahaya

Machado, yang merupakan tokoh oposisi Venezuela, harus bersembunyi sejak Agustus 2024 karena khawatir akan dianiaya oleh Presiden Nicolas Maduro. Dalam laporan terbaru, ia melakukan pelarian dari Caracas dengan menyamar, termasuk menggunakan wig untuk menghindari pengintaian.

Operasi penyeberangan laut ini dipimpin oleh Bryan Stern, seorang veteran pasukan khusus AS yang kini mengepalai organisasi penyelamat nirlaba bernama Grey Bull Rescue Foundation. Misi ini direncanakan hanya empat hari sebelum eksekusi.

Stern menjelaskan bahwa kondisi laut yang gelap dan berombak menjadi perlindungan ideal dari deteksi radar. Ia mengungkapkan bahwa meskipun kondisi tersebut memudahkan operasi, tetapi juga sangat berbahaya. "Kondisi laut sangat ideal bagi kami, tetapi tentu saja bukan perairan yang ingin Anda tempati... Semakin tinggi ombak, semakin sulit radar untuk mendeteksi," ujarnya.

Pengalaman yang Menguras Tenaga

Perjalanan laut yang dilalui Machado memakan waktu sekitar 13-14 jam. Selama perjalanan, semua yang terlibat dalam misi ini mengalami kelelahan yang luar biasa. Stern menggambarkan situasi yang sangat sulit dan mengerikan.

"Kami semua basah kuyup. Timku dan saya basah. Dia juga cukup kedinginan dan basah. Dia menjalani perjalanan yang sangat berat," kenangnya. Meski begitu, kondisi Machado setelah perjalanan tersebut digambarkan penuh semangat.

"Dia sangat bahagia. Dia sangat gembira. Dia sangat lelah," ucap Stern, seraya menyebutkan bahwa sekitar 20-an orang terlibat langsung dalam timnya.

Klaim Tidak Ada Pendanaan dari Pemerintah AS

Perwakilan Machado mengonfirmasi bahwa Grey Bull Rescue Foundation, yang dipimpin oleh Stern, bertanggung jawab atas operasi tersebut. Mengenai pendanaan, Stern menegaskan bahwa misi ini didanai oleh beberapa donatur yang murah hati, dan tidak ada pejabat AS yang terlibat.

"Pemerintah AS tidak menyumbangkan satu sen pun untuk operasi ini, setidaknya setahu saya," tegas Stern. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa kelompoknya secara tidak resmi berkoordinasi dengan militer AS mengenai penempatan dan rencana, terutama untuk menghindari sasaran serangan udara.

Machado sendiri mengonfirmasi bahwa ia hanya mendapat dukungan dari AS untuk meninggalkan Venezuela, tidak lebih. Saat ini, ia mengumumkan rencana untuk kembali ke Venezuela, tetapi detail kapan dan bagaimana ia akan melakukannya masih belum jelas.

Keputusan untuk Kembali ke Venezuela

Stern menyatakan bahwa Grey Bull Rescue Foundation tidak akan terlibat dalam upaya kepulangan tersebut karena misi mereka terbatas pada mengeluarkan orang dari suatu negara.

"Itu terserah dia untuk menentukan dan memutuskan, tapi saya pikir dia seharusnya tidak kembali, tetapi dia ingin kembali. Maria benar-benar inspiratif," pungkasnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan