
Kehilangan yang Menyedihkan dalam Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Utara
Seorang anggota Brimob Polda Sumut mengalami duka mendalam setelah kehilangan ibundanya dalam bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kelurahan Nauli, Kecamatan Sibolga, Sumatera Utara, pada Senin (1/12/2025). Jenazah ibu Aipda Simson Pakpahan, Tiurmalina Boru Sinaga (70), ditemukan tertimbun saat personel Sat Brimob Polda Sumut melakukan pencarian korban. Peristiwa ini menimbulkan suasana haru di lokasi evakuasi.
Proses evakuasi berlangsung dengan penuh kehormatan dan penghormatan kepada korban. Meskipun situasi sangat menyedihkan, para petugas tetap menjalankan tugasnya dengan profesional. AKP Alamsyah Surbakti, pemimpin operasi pencarian Kompi 2 Siaga Batalyon-A, mengungkapkan bahwa dalam setiap bencana, ada duka yang harus diangkat dan kepastian yang harus diberikan kepada keluarga korban.
"Kami bukan hanya menjalankan tugas sebagai aparat, tetapi juga sebagai sesama saudara yang merasakan kehilangan," ujar Alamsyah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/12/2025). Ia menambahkan bahwa setiap korban adalah amanah bagi mereka.
Aipda Simson Pakpahan, yang merupakan anggota Kompi 1 Batalyon-C, sedang bertugas di tempat lain saat jenazah ibunya ditemukan. Momen haru tersebut terekam dan dibagikan di akun Instagram @brimobpoldasumut, Senin (1/12/2025).
Data Korban Bencana Banjir dan Longsor
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, hingga Selasa (2/12/2025) pukul 08.00, total korban meninggal mencapai 290 orang. Adapun korban hilang sebanyak 154 orang. Sibolga menjadi lokasi terdampak terparah ketiga dalam musibah ini, dengan total 47 orang meninggal dan 12 orang masih hilang sejak bencana terjadi pada Senin (24/11/2025).
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan bahwa data ini bersifat sementara dan dikumpulkan dari Polres-polres jajaran terhitung sejak 24 hingga 30 November malam.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera meningkat menjadi 604 orang. Data ini berdasarkan situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB), yang ter-update pada pukul 17.00 WIB.
Menurut data Pusdatin BNPB, jumlah korban jiwa di Sumatera Utara mencapai 283 jiwa, Sumatera Barat 165 jiwa, dan Aceh 156 jiwa. Dari jumlah tersebut, korban hilang sebanyak 181 orang di Aceh, 114 orang di Sumatera Barat, dan 169 orang di Sumatera Utara. Sementara itu, korban luka mencapai 1.800 orang di Aceh, 112 orang di Sumatera Barat, dan 613 orang di Sumatera Utara.
Selain itu, data Pusdatin BNPB juga menunjukkan bahwa sebanyak 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, dan 20.500 rumah rusak ringan. Jembatan yang rusak mencapai 271 unit, serta 282 fasilitas pendidikan rusak.
Penyebab Bencana Banjir dan Longsor
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengungkap penyebab bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi Sumatera. Faktor utama adalah kemunculan fenomena siklon tropis senyar di sekitar Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.
Curah hujan pada 25-27 November 2025 sangat ekstrem, bahkan mencapai 411 mm per hari di Kabupaten Bireuen. Volume curah hujan tersebut melebihi rata-rata hujan bulanan di wilayah tersebut. Tanah di wilayah setempat tidak mampu menyerap air hujan yang begitu banyak, sehingga menyebabkan banjir bandang dan longsor.
BMKG menekankan pentingnya antisipasi terhadap fenomena siklon tropis untuk masa depan. Dalam rapat Komisi V DPR, BMKG bersama BNPB, Basarnas, dan Kementerian Dalam Negeri sepakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana siklon tropis.
Tindakan dan Upaya Pemulihan
Sat Brimob Polda Sumut akan terus melakukan penyisiran di titik rawan lainnya untuk memastikan seluruh proses pencarian dan pertolongan terhadap warga terdampak di Sibolga berjalan optimal. Proses evakuasi dan penanganan bencana terus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan kepedulian.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar