Kisah Dede April DA7: Pengamen Pasar Jadi Artis, Cirebon Heboh

Perjalanan Dede April dari Pengamen Jalanan ke Bintang Panggung

Dede April, seorang remaja asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kini menjadi sorotan nasional setelah berhasil meraih gelar juara 3 di ajang bergengsi Dangdut Academy 7 (DA7). Kemenangannya ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin membuktikan bahwa usaha dan kerja keras bisa mengubah nasib.

Perjalanan hidup Dede April tidak mudah. Ia tumbuh dalam kondisi ekonomi keluarga yang sulit. Surya Kujang, warga Bima - Cirebon, mengingat masa kecil April yang harus berkeliling pasar dan rumah warga untuk membantu ekonomi keluarganya. Saat itu, impian menjadi artis terasa jauh dari jangkauan. Yang ia inginkan hanyalah meringankan beban orang tuanya melalui recehan hasil menyanyi di jalanan.

Kini, kepulangan Dede April ke tanah kelahirannya menjadi momen penting yang disambut oleh jutaan orang. Ratusan ribu warga rela berdiri di bawah terik matahari, membawa spanduk dan bendera, hanya untuk melihat sosok remaja yang telah mengharumkan nama Cirebon.

Bagi masyarakat Cirebon, Dede April adalah bukti nyata bahwa kemiskinan bukan penghalang bagi seseorang yang ingin meraih kesuksesan. Tidak hanya masyarakat biasa, para tokoh penting di Kabupaten Cirebon juga turun memberikan sambutan hangat kepada Dede April di Pendopo Bupati.

Nasib Dede April kini berubah total. Dulu, namanya tidak pernah dikenal siapa pun. Kini, ribuan orang berebut untuk sekadar berjabat tangan atau berfoto dengannya. Puncak euforia terjadi saat ribuan warga memadati Lapangan Sepak Bola Desa Pasuruan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, pada Jumat, 2 Januari 2026, untuk menyaksikan konser kemenangannya.

Semangat warga dari Indramayu hingga Kota Cirebon terus mengiringi kepulangan sang idola baru. Dalam konser tersebut, Dede April tampil memukau bersama para artis Pantura senior seperti Diana Sastra, hingga Dian Anic.

Ita, salah satu warga Plered - Cirebon, mengaku sudah bersiap sejak pagi-pagi demi menyambut langsung kepulangan Dede April meskipun jalanan sudah macet total. Terpantau, arus lalu lintas dari Suranenggala hingga Gunung Jati mengalami kemacetan dampak arak-arakan massa yang mengular.

Meski kemacetan parah sempat dikeluhkan pengguna jalan, baliho ucapan selamat untuk Dede April tetap menghiasi setiap sudut jalan sebagai simbol kebanggaan Wong Cerbon.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan