Pengalaman Menarik dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Internasional

Pada tahun 2021, ketika saya dan seorang teman sedang duduk di bangku SMA, kami mendengar sebuah pengumuman yang sangat mengejutkan. Pengumuman tersebut menyebutkan adanya kesempatan untuk mengikuti lomba karya tulis ilmiah internasional bernama Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO). Lembaga penyelenggara lomba ini adalah Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Dengan semangat yang tinggi dan rasa penasaran yang besar, kami membentuk kelompok berdua dan memutuskan untuk terlibat dalam penelitian.
Tema yang kami pilih terdengar cukup sulit untuk dikerjakan oleh dua siswa SMA. Kami memilih tema pengolahan limbah dengan judul “Removal of Wastewater Dye Methyl Orange by Sodium Alginate/Polyvinyl Alcohol/Bentonite Matrix”. Penelitian ini bertujuan untuk menghilangkan zat pewarna sintetis berupa Metil Oranye (MO) menggunakan bakteri. Awalnya, kami merasa ragu, tetapi dorongan dari orang tua dan guru membuat kami yakin bahwa kami dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik.
Permasalahan utama yang kami diskusikan adalah tentang Metil Oranye (MO), yang sering digunakan dalam industri tekstil. Zat ini sulit hilang dari air limbah dan berpotensi mencemari lingkungan. Setelah membaca berbagai artikel dan jurnal, kami mulai memahami bahwa campuran SA/PVA/Bentonit bisa menjadi matriks penyangga yang kuat. Di sisi lain, bakteri berperan dalam memecah struktur zat warna. Hari demi hari, kami mempelajari teori, merencanakan alur penelitian, dan membangun dasar untuk eksperimen kami.
Eksperimen dimulai ketika kami tiba di laboratorium kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kami bekerja di sana dengan bantuan orang tua teman saya yang merupakan dosen kimia di institusi tersebut. Dengan peralatan yang lengkap, kami belajar menyiapkan larutan SA dan PVA, mencampurnya dengan bentonit, lalu membentuk gel untuk menampung bakteri. Setelah matriks berhasil dibuat, kami memasukkan bakteri dan merendam gel tersebut dalam larutan Metil Oranye (MO). Langkah selanjutnya adalah mengamati perubahan warna, mencatat intensitas warna, dan mengukur penurunannya. Kami melihat perubahan bahwa zat pewarna sintetis tersebut mulai memudar, sehingga kami merasa lega karena semua yang kami pelajari membuahkan hasil.
Setelah mengumpulkan data, kami menyusun hasil penelitian menjadi karya tulis. Kami menjelaskan latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan, serta merangkai teori, metode penelitian laboratorium, hasil pengamatan, dan kesimpulan menjadi karya tulis ilmiah.
Selain membuat karya tulis ilmiah, lomba internasional ini juga memberikan arahan bahwa seluruh tim harus melakukan presentasi dalam bahasa Inggris. Bagi teman saya yang mahir berbahasa Inggris, hal ini bukan tantangan berarti. Namun bagi saya, ini menjadi tantangan baru. Selama beberapa hari, kami menyiapkan bahan presentasi dan berlatih bersama. Meskipun gugup, kami tetap menjelaskan penelitian kami dari latar belakang hingga kesimpulan dengan cukup baik saat hari pelaksanaan. Di akhir acara, kami tidak menyangka dengan hasil yang dibacakan oleh pembawa acara. Kami mendengar bahwa nama sekolah kami memenangkan penghargaan Gold Medal. Meski awalnya bingung dan merasa itu bukan kenyataan, ternyata benar bahwa dua siswa SMA yang berani melakukan penelitian ini berhasil meraih medali emas dalam ajang internasional.
Melalui pengalaman ini, kami belajar bahwa keberanian mencoba lebih berharga daripada merasa siap. Selain itu, kami menyadari bahwa penelitian bukan hanya tentang angka dan teori, tetapi juga perjalanan yang membentuk cara berpikir. Dengan tekad dan semangat untuk melangkah maju, kami bisa mencapai sesuatu di luar dugaan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar