
Para Serdadu Laut dari SeaSoldier melanjutkan perjalanan kemanusiaan setelah menyelesaikan misi memberikan bantuan logistik bagi korban bencana Sumatera Barat pada 3 hingga 15 Desember 2025. Kisah mereka sangat menarik untuk dituliskan baik di blog maupun di media tempat saya bekerja, sebuah NGO yang sebelumnya lebih berfokus pada kelestarian lingkungan di pantai dan laut, kini memasuki daratan untuk kemanusiaan.
Kini pasukan Serdadu Laut yang dipimpin oleh Dinny Masyita, SeaSoldier Ujungkulon, sedang menyalurkan bantuan ke korban bencana di Aceh. Mereka berangkat dari Jakarta pada 20 Desember dan tiba di Aceh pada pagi hari 26 Desember setelah menempuh lima hari perjalanan yang sulit karena harus antri pengisian BBM di beberapa titik.
Menurut cerita Dinny, pada hari pertama mereka berada di Takengon dan Bireun. Tim SeaSoldier memutuskan belanja di Takengon untuk menghemat waktu, tenaga, dan BBM serta pertimbangan untuk membantu perekonomian. Barang-barang yang dibutuhkan dibeli dari berbagai toko atau warung karena ketersediaan barang sangat terbatas akibat jalur yang terputus, namun saat ini tengah diperbaiki.
"Warga Takengon hanya menghabiskan stok yang ada, yang berani belanja ke Bireun atau Lhokseumawe terpaksa harus menaikkan harga karena untuk transportasi mereka harus membayar banyak," tutur Dinny melalui pesan WhatsApp, 30 Desember 2025.
Sementara packing, tim diinformasikan bahwa salah satu pengungsian berjumlah 78 KK di sebuah masjid yang rumahnya hampir seluruhnya rusak dan hilang membutuhkan mushaf Alquran. Segera tim 1 yang terdiri dari dua orang berangkat ke pengungsian warga Mendaleu membawakan Alquran sebanyak 4 dus atau berjumlah 80 eksemplar.
Untuk tim 2 yang masih berada di Bireun setelah menservice mobil menyempatkan diri menyinggahi Desa Gampung Raya Tambu, Kecamatan Peusangan. "Di sana kami menemukan meunasah dipenuhi tanah lumpur. Tim menjumpai pengungsi dirumahnya yang kondisinya sangat memprihatinkan tertimbun tanah lumpur setinggi satu meter," imbuhnya.
Di tempat itu tim melakukan assessment dan memberikan mushaf Alquran dan iqra kepada anak-anak soleh dan solehah yang begitu antusias ketika bisa mendapatkan Alquran dan Iqra dari @ruangbaik yang dititipkan ke tim Seasoldier. Tim juga memberikan baju dan pampers untuk keluarga yang memiliki bayi. Mereka mengungsi selama lima hari kemudian kembali ke rumah masing-masing dan berjuang membersihkan rumahnya karena sudah tidak nyaman berada di pengungsian.
Hari Kedua 27 Desember
Pada hari kedua 27 Desember, Tim 1 berangkat ke Kecamatan Rusip. Desa Pijar Antara dengan membawa 50 paket sembako, 50 paket susu snack untuk anak-anak, buku gambar dan pensil warna, dan bola-bola serta 3 dus atau 60 eksemplar Alquran. Pagi masih mengejar mencari kekurangan-kekurangan paket. Jam 10-an tim mulai bergerak ke Rusip. Di lokasi di atas jembatan rusak/patah miring tim dijemput oleh warga dengan motor untuk langsir barang bantuan ke desa pijar.
Untuk keamanan mobil dikembalikan ke area sebelum jembatan dan dititipkan di rumah warga. Sepanjang perjalanan yang cukup jauh, merekam banyak jejak jalanan yang tertimbun longsor dan amblas dan putus hanya bisa dilalui motor, dan juga banyak rumah yang hancur diterjang banjir.
Tutur Dinny, pasukan sampai di Pijar sekitar pukul satu siang, karena kepala desa dan perangkatnya sedang turun ke bawah, bantuan kita letakkan dulu di rumah Pak Ahmad yang menjemput tim dengan kawan-kawannya. Tim melanjutkan mengajak menggambar dan bermain anak-anak di lokasi banjir bandang. Mereka sangat senang karena selama sebulan sejak bencana mereka tidak lagi sekolah dan tidak pernah ada LSM yang masuk menjumpai mereka.
"Pak Ahmad sudah menginfokan sejak lama ke grup-grup relawan Aceh tapi baru Seasoldier yang merespon dan masuk hari ini. Anak-anak menggambar dan bercerita tentang apapun dengan bahasa kanak-kanak mereka," cerita Dinny. Bahagia terlihat di wajah mereka ketika diperbolehkan membawa alat-alat menggambar pulang dan mendapatkan bingkisan susu snack dari orang-orang baik yang dititipkan melalui SeaSoldier.
Ketika pulang tergambar wajah-wajah ceria mereka melepas tim. Untuk Alquran dari @ruangbaik yang diamanahkan kepada SeaSoldier diberikan kepada yang meminta karena membutuhkan, dan lainnya dititipkan ke Pak Imam seorang ustadz di Pijar Jaya, untuk pengajian ditempatnya.
Ada 16 desa di Kecamatan Rusip Antara, seluruhnya tidak berlistrik sejak bencana banjir bandang dan longsor dan itu sudah sebulan lebih. Harapan mereka adalah segera diperbaiki jaringan listrik atau dikirimkan bantuan genset untuk desa-desa.
Sementara Tim 2 singgah di Dusun Penyut, Desa Pante Gajah dan Desa Cot Pateh, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen untuk menyampaikan baju-baju bayi dan anak-anak dan juga mukena titipan dari orang-orang baik melalui SeaSoldier.
Hari Ketiga 28 Desember 2025 di Takengon
Pada pagi hari, tim berbelanja dan packing barang. Agak sulit mencari barang-barang kebutuhan untuk bantuan, karena stok barang sudah sangat menipis. Pukul 11.45 tim mulai bergerak untuk menuju desa Kala Sigi kec Bintang, Takengon. Perjalanan cukup jauh memutari danau laut tawar melewati jalur-jalur yang tempo hari sempat terputus namun sudah mulai dibersihkan dari tumpukan tanah lumpur. Tetapi tetap harus berhati-hati karena jalanan rusak karena banjir dan longsor.
Di pengungsian Desa Kala Sigi yang ditempati oleh 85 KK, tim memurunkan mushaf Al-Quran sebanyak 4 dus atau sejumlah 80 eksemplar dan sekitar 110 Iqra, 26 buah mukena dan paket susu snack utk anak-anak sebanyak 55 paket. "Di sini ibu-ibu dan anak-anak berebut meminta Alquran dan Iqra, bahkan seorang ibu-ibu yang sudah cukup sepuh bergegas datang dengan wajah penuh harap ketika tahu ada dibagikan Alquran. Keluar dari ruang tempat sisa mushaf yg belum diberikan matanya berkacakaca memeluk Alquran dan mukena," tutur Dinny.
Sementara bola-bola yang tim bawa, anak-anak berebutan meminta jatahnya untuk bermain. Sesederhana itu kebahagiaan mereka yang sudah sebulan tidak sekolah ataupun melakukan aktivitas lainnya. Untuk paket susu snack diserahkan ke ibu kepala desa untuk dibagikan saat MBG malam.
Hari Keempat 29 Desember 2025
Sebelum berangkat meninggalkan Takengon, pagi hari tim mengirimkan bantuan sembako untuk dusun Luang kec Pegasin di Takengon. Di tempat ini ada dua rumah yang tertimbun longsor dan lainnya terkena banjir lumpur. Rumah-rumah merekapun menjadi aliran sungai dan lumpur.
Lanjut Dinny, siangnya tim berangkat meninggalkan Takengon, namun tujuan tetap menyalurkan bantuan sepanjang perjalanan. Pasukan bergerak mulai dari Bireun, menyerahkan amanah mushaf Alquran dan Iqra dari Ruang Baik kepada salah seorang anggota Inong Aceh. Dia yang akan menyampaikannya kepada penyintas dan santri-santri ponpes di sekitaran Bireun. Kemudian seorang anggota Inong Aceh lainnya tim temui di Lhokseumawe, juga menyerahkan Alquran untuk didistribusikan.
Tim melanjutkan perjalanan dan beristirahat di masjid raya di Langsa. Keesokan harinya menuju Aceh Tamiang untuk melihat perkembangan penanganan banjir longsor di Pondok Pesantren Darul Muchlisin di Desa Tanjung Karang. "Kami mengambil beberapa dokumentasi dan memberikan susu snack ke anak-anak. Saat itu diinfokan masih ada sejumlah dana yang bisa dibelanjakan untuk bantuan," imbuhnya.
Tim bergegas menuju Langsa untuk belanja dan packing. Sore pukul lima tim kembali ke arah Aceh Tamiang dan tiba tepat setelah maghrib. Kami dibantu oleh seorang warga yang paginya sempat kami wawancara tentang berbagai hal terkait bencana tersebut. Malamnya tim menyalurkan bantuan berupa sembako 50 paket dan susu snack 60 paket.
"Aceh Tamiang adalah wilayah terdampak yang paling parah dan paling luas. Menjadi seperti kota mati, tidak hanya rumah warga, namun juga fasilitas-fasilitas pemerintahan. Akan panjang masa pemulihannya dan ini membuat nafas sesak jika menyaksikannya," pungkas Dinny.
Hingga hari ini para Serdadu Laut masih berjuang di Aceh. Ketika banyak orang Indonesia merayakan liburan Nataru, pasukan Serdadu Laut melewatkannya bersama penyintas korban bencana banjir Sumatera. Apa yang mereka lakukan akan menjadi kisah yang dicatat di dalam hati para penyintas, para Serdadu Laut sendiri dan sejarah tentunya. Kenangan ini akan sangat mahal.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar