Kisah Jimmy Mamahit, Anak yang Setia Mengurus Ibu
Jimmy Mamahit (38), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkot Manado, meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar di rumahnya yang terletak di Perumahan Pandu Lestari, Lingkungan 3, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Sabtu (13/12/2025). Kepergiannya menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat sekitar, khususnya tetangga dan rekan kerjanya.
Sebelum meninggal, almarhum dikenal sebagai sosok yang baik dan penuh perhatian terhadap keluarganya. Salah satu hal yang membuat banyak orang terkesan adalah kepeduliannya terhadap ibunya yang sedang sakit. Ibu Jimmy, yang berusia 70 tahun, mengidap penyakit struk, sehingga ia memutuskan untuk berhenti bekerja di Bank besar di Sulut agar bisa fokus mengurus ibunya. Hal ini dilakukan meskipun ia memiliki pekerjaan sebagai ASN.
Menurut salah satu tetangga korban, Jimmy selalu memberikan perhatian penuh kepada ibunya, bahkan meskipun sibuk dengan pekerjaannya. "Jimmy anak yang baik, dia meskipun sibuk tetap mengurus ibunya dengan baik," ujar tetangga tersebut. Ia menjelaskan bahwa hanya Jimmy yang bersedia mengurus ibunya, sementara saudara-saudarinya tidak mau melakukannya.

Tetangga juga menyebutkan bahwa Jimmy sering membantu pekerjaan rumah tangga dan mengajak anak-anak laki-laki untuk membantunya. Namun, pelaku pembunuhan, FT alias Fahril (17), tampaknya memiliki hubungan dekat dengan korban. Menurut informasi dari sumber, pelaku sempat tinggal di rumah korban hampir dua minggu dan sering membantu pekerjaan Jimmy. Bahkan, pelaku sering mencuci motor korban dan membersihkan kamar.

Meski demikian, saat kejadian berlangsung, pelaku tidak terlihat lagi di sekitar rumah korban. Pagar rumah korban digembok, sehingga tidak ada yang bisa masuk ke dalam. Polisi akhirnya membuka pagar tersebut setelah menemukan jenazah Jimmy.
Sosok Jimmy yang Baik dan Peduli
Selain itu, Jimmy dikenal sebagai sosok yang baik dan suka menolong. Junita, salah satu tetangga korban, merasa sangat terpukul atas kematian Jimmy. "Saya merasa terpukul sekali dengan kepergian almarhum, dia orang yang baik dan suka menolong," katanya.
Korban juga dikenal ramah dan aktif dalam kehidupan sosial. Ia sering membantu tetangga dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Saat jenazah Jimmy dievakuasi oleh pihak kepolisian, semua tetangga terkejut dan sedih.

Jimmy telah dimakamkan pada hari Minggu dan diantar oleh ratusan orang. Proses pemakaman diiringi oleh doa-doa dari warga sekitar yang turut berduka atas kepergian sosok yang baik dan peduli.
Rekan kerja Jimmy juga merasa kehilangan. Mereka menganggap Jimmy sebagai rekan terbaik dan paling rajin. Nely, salah satu rekan kerjanya, menyampaikan rasa kehilangan dan berharap kasus ini dapat diusut tuntas.
Kesimpulan
Kisah Jimmy Mamahit menjadi contoh tentang pengabdian seorang anak terhadap orang tua. Meskipun memiliki kesibukan, ia tetap memprioritaskan keluarga. Kepergian Jimmy meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat sekitar. Semoga almarhum diberi ketenangan di alam baka dan keluarga diberi kekuatan untuk melewati masa sulit ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar