
Kehidupan Daisy dan Violet Hilton, Kembar Siam yang Penuh Duka
Daisy Hilton dan Violet Hilton dikenal sebagai kembar siam yang memiliki kisah hidup yang sangat tragis. Mereka mengalami berbagai penderitaan sepanjang hidup mereka, termasuk eksploitasi dan penolakan dari orang terdekat, seperti ibu kandung mereka sendiri.
Kedua saudara kembar ini memiliki tubuh yang menyatu di bagian pinggul dan bokong. Meskipun masing-masing dari mereka memiliki organ tubuh sendiri-sendiri, kondisi ini membuat mereka menjadi objek pengamatan dan penjajahan selama bertahun-tahun.
Pada masa itu, alat medis belum secanggih sekarang. Jika mereka dipisahkan, ada risiko besar bahwa salah satu atau bahkan keduanya akan meninggal. Hal ini memperparah nasib mereka, karena tidak hanya harus hidup dengan kondisi fisik yang unik, tetapi juga menghadapi perlakuan buruk dari lingkungan sekitar.
Awal Kehidupan yang Menyedihkan
Daisy dan Violet lahir pada Februari 1908 di Brighton, Inggris. Ahli kandungan saat itu memprediksi bahwa mereka hanya akan bertahan hidup kurang dari satu bulan setelah kelahiran. Ini menunjukkan betapa sulitnya situasi yang mereka hadapi sejak lahir.
Ibu mereka menolak kedua anak kembar tersebut. Pada masa itu, anak-anak dengan cacat lahir sering disebut sebagai "monster" di Inggris. Ibu mereka melihat mereka sebagai hukuman atas tindakan melahirkan sebelum menikah. Akibatnya, mereka menjual anak-anaknya kepada seorang wanita bernama Mary Hilton.
Dipajang dan Diexploitasi
Mary Hilton, yang menjadi wali mereka, melihat peluang dari kehadiran si kembar. Ia memajang mereka di ruang belakang sebuah cafe Inggris agar orang-orang bisa melihat apakah tubuh mereka benar-benar menyatu. Orang-orang dikenakan tarif beberapa sen untuk melihat mereka.
Selain itu, Daisy dan Violet dianiaya secara fisik dan emosional oleh bibi dan pria-pria yang mereka temui. Bibi mereka memastikan bahwa si kembar tahu bahwa mereka harus bekerja dan menghasilkan uang.
Perjalanan ke Amerika Serikat
Pada tahun 1915, ketika usia mereka delapan tahun, Daisy dan Violet pergi ke San Francisco. Awalnya, mereka ditolak masuk karena dianggap "tidak layak secara medis." Namun, Hilton lihai dalam mengelola situasi ini dan melibatkan media lokal untuk membantu melakukan intervensi. Akhirnya, pihak berwenang mengizinkan mereka masuk ke negara tersebut.
Setelah kematian bibi mereka, anaknya Edith menjadi wali atas si kembar. Si kembar dilarang keluar secara bebas dan berkomunikasi dengan orang lain karena dikhawatirkan akan mengganggu proses penghasilan uang mereka.
Kehidupan yang Terkekang
Hidup Daisy dan Violet seperti di penjara karena mereka dipaksa untuk bermain saksofon dan biola selama berjam-jam tanpa diizinkan mendapat pendidikan. Jika mereka tidak patuh, mereka akan dipukuli.
Meski mereka menghasilkan ribuan dolar setiap minggunya, walinya tidak pernah membiarkan mereka menikmati hasil kerja keras mereka. Hingga akhirnya, bantuan dari Harry Houdini membantu mereka memperoleh kebebasan dari walinya yang kasar.
Kesempatan Baru dan Tantangan Berikutnya
Harry Houdini menyarankan mereka mempelajari situasi yang mereka hadapi sampai akhirnya mereka menyewa seorang pengacara untuk membebaskan diri dari walinya yang kasar.
Namun, hidup mereka masih penuh tantangan. Pengajuan pernikahan mereka ditolak negara bagian karena dianggap tidak bermoral dan tidak senonoh. Meski begitu, mereka berhasil menjadi bintang di film tahun 1932 Freak dan menulis buku otobiografi mereka, The Lives and Loves of the Hilton Sisters, pada tahun 1942.
Akhir Kehidupan yang Mengharukan
Saat usia mereka tidak muda lagi, tepatnya tahun 1961, mereka kehilangan daya tariknya, jatuh miskin, dan akhirnya bekerja sebagai kasir di sebuah toko kelontong.
Daisy meninggal lebih dulu pada tahun 1969 karena flu. Beberapa hari kemudian, Violet juga meninggal. Kisah hidup mereka menjadi contoh tentang betapa pentingnya keadilan, kepedulian, dan hak asasi manusia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar