Kisah Kurir Paket di Sumenep Bawa Marmut, Ikan Hidup, dan Besi 3 Meter


SUMENEP, berita
Irham (29) menghabiskan setiap pagi dengan tugas rutinnya sebagai kurir di gudang di Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Di staging area gudang, dia memilah satu per satu bungkusan paket yang menumpuk. Proses ini menjadi awal dari hari kerjanya sebelum mulai mengantarkan barang ke berbagai tujuan.

Di sini saya mulai dari sortir dulu, baru setelah itu siap jalan, kata Irham saat berbicara kepada berita, Jumat (12/12/2025). Setelah proses pengepakan selesai, dia bersiap mengantar paket menuju Kecamatan Ganding, yang berjarak sekitar 18,4 kilometer dari gudang. Kalau sudah siap, saya langsung gas ke rute utama, tambahnya.

Sebagai kurir yang telah bertahun-tahun bekerja, Irham sering menghadapi pengalaman yang tidak biasa. Salah satunya adalah ketika membawa paket berisi marmut yang terus bergerak di dalam kotak. Saya kaget, rupanya ada marmut hidup di dalamnya, ucap dia sambil tertawa mengingat kejadian itu.

Tidak hanya itu, Irham juga pernah mengirim paket berisi ikan cupang yang harus ditangani lebih hati-hati. Ikan cupang yang dikirim biasanya berasal dari wilayah Jawa Timur, karena jika dikirim dari Jawa Tengah atau lebih jauh lagi, risiko kematian ikan meningkat. Kalau dari jauh, biasanya cupangnya tidak kuat. Makanya kebanyakan dari Jawa Timur saja, jelas dia.

Saat membawa hewan hidup, seperti marmut dan ikan, Irham memilih mengendarai motor secara perlahan untuk menjaga kondisinya. Kalau hewan, saya tidak berani ngebut. Takut mati di jalan, ungkap dia.

Tidak hanya paket kecil, Irham beberapa kali mengangkut barang berukuran besar. Dia bercerita tentang pengalaman membawa besi horden sepanjang tiga meter. Besi itu panjang sekali. Waktu berpapasan dengan mobil, saya cukup was-was, tutur dia.

Pada hari-hari normal, Irham mengantar minimal 70-80 paket. Namun jumlah itu bisa melonjak drastis ketika marketplace menggelar kampanye belanja serentak seperti belanja 11.11, atau 12.12 seperti saat ini. Pada momen seperti itu, dia bisa mengantar hingga 270 paket sehari. Kalau sudah musim event, paket bisa penuh sampai motor tidak kelihatan, kata Irham.

Selain saat event, beban pengantaran bertambah ketika ada rekan kurir yang tidak masuk kerja. Sebagian paket otomatis dialihkan kepadanya. Kalau teman ada yang izin, ya saya bantu cover, ujar dia.

Tantangan lain adalah penerima paket yang sulit dihubungi, dan pelanggan COD meminta waktu untuk transfer. Ada yang bilang mau transfer dulu, padahal saya harus lanjut ke alamat berikutnya, keluh dia.

Meski begitu, Irham tetap bersyukur atas pekerjaan yang dijalaninya. Meski sibuk, dia berusaha menyempatkan waktu bersama keluarganya. Sekalipun paket yang menjadi tanggungannya belum selesai diantar. Sesibuk apa pun, saya usahakan tetap pulang cepat untuk ketemu istri dan dua anak saya, ujar dia.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan