Kisah menyentuh Wa Muna, bantuan beras dari Menteri Pertanian setelah bansos dirampas kelurahan

Kisah menyentuh Wa Muna, bantuan beras dari Menteri Pertanian setelah bansos dirampas kelurahan

Kehidupan Wa Muna yang Diuji dengan Bantuan Sosial

Wa Muna, seorang buruh cuci asal Kelurahan Baadia, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami nasib yang cukup memilukan. Awalnya, ia menerima bantuan sosial (bansos) yang sudah berada di tangannya. Namun, tiba-tiba bantuan tersebut ditarik kembali oleh pihak kelurahan. Kejadian ini membuat Wa Muna merasa sangat kecewa dan dipermalukan.

Awal Kekesalan Wa Muna

Kekecewaan Wa Muna bermula saat ia pulang bekerja dan mendapati kabar dari suaminya. Bansos berupa beras dan empat liter minyak goreng yang susah payah ia antrekan, diambil kembali oleh petugas RT karena alasan data yang tidak sinkron. Ia menirukan ucapan suaminya saat itu, “Dia bilang, jangan marah eh, tadi ibu RT dia ambil beras.”

Kegaduhan ini kemudian viral melalui sebuah video yang diunggah oleh Wa Muna. Dalam video tersebut, ia menyampaikan kekesalannya terhadap kelalaian petugas yang tidak teliti dalam memeriksa data sejak awal. “Kenapa waktu kita ambil da tidak periksa dulu, da baca baik-baik namanya kan da lihat dulu KTP, NIK-nya kita, baru dia panggil,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ia juga menyampaikan rasa kesalnya karena beras yang sudah di rumah belum dimasak, tetapi malah diambil kembali. “Minyaknya sudah terpakai satu bungkus mo diapa?” tanyanya dengan sedih.

Permintaan Maaf Lurah dan Bantuan dari Mentan

Menanggapi kegaduhan tersebut, Lurah Baadia, La Ode Baharuddin, akhirnya angkat bicara. Ia mengakui adanya kekeliruan data akibat kemiripan nama dan menyampaikan permohonan maaf secara resmi. “Saya sebagai Lurah Baadia, menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian teman-teman kami di kelurahan terkait pengeluaran beras,” ujar La Ode.

Sebagai bentuk penebusan, pihak kelurahan sempat memberikan bantuan pengganti berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak. Namun, rezeki Wa Muna tidak berhenti di situ. Ceritanya yang menyentuh hati sampai ke telinga Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman.

Pada Sabtu (13/12/2025) pagi, sebuah kejutan besar mendatangi kediaman Wa Muna. Utusan dari Mentan bersama Bulog Kota Baubau menyalurkan bantuan dalam jumlah yang sangat besar, yaitu 250 kilogram beras, 12 liter minyak goreng, dan 10 kilogram gula.

Rasa Syukur yang Tak Terhingga

Jafar, suami Wa Muna, mengaku sangat terkejut sekaligus terharu atas perhatian yang diberikan oleh orang nomor satu di Kementerian Pertanian tersebut. Baginya, bantuan ini datang di saat yang benar-benar tepat. “Kami juga kaget tadi, karena sebelumnya tidak menyangka tiba-tiba ada pemberitahuan akan ada utusan dari Menteri Pertanian,” tutur Jafar dengan penuh haru.

Sambil menahan air mata bahagia, Jafar tak henti-hentinya mendoakan kebaikan bagi pihak-pihak yang telah membantu keluarganya keluar dari masa sulit. “Jadi kami tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih, untuk membalasnya, kami berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Semoga yang bantu kami, khususnya Bapak Menteri Pertanian selalu diberikan kelimpahan kesehatan, umur yang panjang, dan sukses selalu dalam segala hal,” pungkasnya.

Pernyataan dari Bulog

Kepala Bulog Cabang Kota Baubau, Hendra Dionsius, memastikan bahwa kejadian penarikan bansos seperti ini tidak boleh terulang kembali. Ia menegaskan jika ada masalah distribusi, seharusnya dilaporkan ke Bulog untuk segera dicarikan solusi tanpa merugikan masyarakat penerima manfaat.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan