Prof. Nurul Indarti: Perjalanan Menjadi Guru Besar dengan Liku-Liku Penuh Pembelajaran

Seorang perempuan yang kini menjadi guru besar di Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki kisah perjalanan yang menarik. Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom., Cand.Merc., Ph.D., resmi dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM pada tahun 2024. Ia menjadi perempuan pertama yang meraih gelar profesor dalam bidang tersebut di UGM.
Perjalanan akademik Nurul dimulai dari Yogyakarta. Sejak dulu, ia mengenyam pendidikan di kota ini. Saat menjalani studi S1 di Fakultas Ekonomi UGM, ia tidak selalu memiliki prestasi yang memuaskan. IPK yang ia peroleh pada semester awal kuliah hanya sebesar 2,97. Hal ini terjadi karena ia aktif sebagai aktivis sejak masa SMA, yaitu di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Pada saat itu, Nurul lebih fokus pada kegiatan kepemudaan daripada perkuliahan. Bahkan, ia sering menghabiskan waktu hingga pagi buta untuk mengikuti berbagai kegiatan organisasi. Namun, ia menyadari bahwa hal tersebut justru membuatnya mengabaikan tugas akademik. Setelah mundur dari kegiatan IPM, ia mulai serius dalam belajar dan akhirnya mendapatkan hasil yang baik.
Selain itu, Nurul juga aktif dalam berbagai organisasi di kampus, termasuk menjadi asisten dosen. Dengan dedikasi dan usaha yang tekun, ia lulus dengan predikat cumlaude pada tahun 1998. Setelah lulus, ia melanjutkan studi S2 di Norwegia dan meraih gelar Master of Business Administration (Sivilokonom) pada 2002. Tahun berikutnya, ia meraih gelar Master of Science in Strategic and Operations Management dari Norwegian School of Economics and Business Administration.
Pada tahun 2010, Nurul berhasil meraih gelar Doktor (Ph.D) dalam bidang Knowledge Management and Innovation dari University of Groningen, Belanda. Kiprah akademiknya terus berkembang, dan pada tahun 2017, ia mengajukan usulan untuk menjadi guru besar. Meskipun tidak lolos pada tahap awal, ia kembali mengajukan usulan pada tahun 2019 dan akhirnya resmi ditetapkan sebagai guru besar pada tahun 2020.
Fokus pada Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Kewirausahaan
Nurul menekankan bahwa jabatan guru besar bukanlah tujuan utama, melainkan konsekuensi dari menjalankan tanggung jawab sebagai dosen dengan baik. Ia menjalankan tridharma perguruan tinggi dengan sungguh-sungguh, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam setiap kegiatan, ia berkomitmen untuk terus memproduksi pengetahuan melalui penelitian, menyebarkan hasilnya melalui beragam kanal publikasi, serta menerapkannya dalam aktivitas pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga dikenal sebagai dosen yang fokus pada kajian kewirausahaan, terutama dari kelompok marjinal seperti perempuan dan penyandang disabilitas. Dalam pidato saat pengukuhan sebagai guru besar, ia menyampaikan tema "Melihat Kewirausahaan dari Pinggiran: Perspektif Etnis, Perempuan, dan Sosial." Melalui pidato tersebut, ia mengajak para akademisi untuk melihat kewirausahaan dari sudut pandang yang jarang digunakan, yaitu kewirausahaan etnis, kewirausahaan perempuan, dan kewirausahaan sosial.
Menurut Nurul, ketiga topik ini sering kali dipinggirkan atau termarginalisasi karena berbagai faktor struktural dan kultural. Kelompok-kelompok ini sering menghadapi berbagai hambatan yang membatasi akses mereka terhadap peluang dan sumber daya yang dinikmati oleh kelompok mayoritas. Misalnya, perempuan wirausaha mungkin menghadapi bias gender yang menghalangi akses mereka ke jejaring bisnis dan peluang mendapatkan mentor.
Peran dalam Pengembangan Kurikulum
Nurul telah berkontribusi dalam pengembangan kurikulum kewirausahaan. Pada tahun 2004, ia mengembangkan kurikulum kewirausahaan menjadi wajib bagi mahasiswa program sarjana prodi manajemen. Di Magister Manajemen UGM, ia mengembangkan konsentrasi kewirausahaan pada 2011. Selain itu, ia juga menginisiasi kurikulum keberlanjutan pada program Master in Sustainability Development and Management (MASUDEM) MM FEB UGM.
Dengan menjadi guru besar, tanggung jawab Nurul untuk berkontribusi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat semakin besar. Ia berharap dapat menjadi teladan bagi mahasiswa dan memiliki nilai bagi dunia akademik. Dengan dedikasi dan komitmen yang tinggi, Nurul terus berupaya untuk memperkaya pemahaman tentang kewirausahaan secara keseluruhan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar