Kisah Pahlawan Pertamina: Berenang Melalui Banjir Aceh untuk Bantu Warga

Kisah Pahlawan Pertamina: Berenang Melalui Banjir Aceh untuk Bantu Warga

Kisah Heroik Edi Syahroni dalam Membuka Akses Komunikasi Saat Banjir di Aceh Tamiang

Pada saat banjir bandang melanda Aceh Tamiang, masyarakat dan warga terdampak menghadapi kesulitan besar dalam memperoleh bantuan. Di tengah situasi yang kritis, ada sosok yang menunjukkan keberanian dan dedikasi tinggi dalam membantu memperbaiki kondisi. Itu adalah Edi Syahroni atau lebih dikenal dengan nama Mas Baron.

Mas Baron bekerja di bidang IT pada Pertamina EP Pangkalan Susu Field. Ia mendapatkan informasi tentang kondisi buruk di Aceh Tamiang melalui media sosial. Informasi tersebut membuatnya dan sejumlah rekan segera bertindak. Dengan perintah dari Field Manager Pertamina EP Pangkalan Susu, Edwin Susanto, serta Pimpinan IT Officer Joko Nazaruddin, tim langsung bergerak menuju Aceh Tamiang.

Tim yang terdiri dari beberapa anggota membawa alat seperti starlink, laptop, dan sembako. Mereka menggunakan kapal LCT dari Dermaga Pertamina EP Pangkalan Susu dan tiba di Dermaga Serang Jaya, Aceh Tamiang. Perjalanan ini dilakukan untuk mencapai PEP Rantau Field, lokasi yang terkena dampak banjir berat.

Hari kedua bencana, tepatnya Jumat (28/11/2025), tim diberi perintah untuk membawa starlink ke PEP Rantau Field. Dari Dermaga Serang Jaya, mereka kemudian menuju Gudang Handak. Dalam perjalanan, mereka menyaksikan pemandangan yang menyedihkan. Banyak rumah yang tertimpa air, bahkan ada yang runtuh. Warga harus meninggalkan desa mereka yang hancur akibat banjir.

Di tengah perjalanan, tim bertemu tiga orang security dari PEP Rantau Field. Mereka membantu melewati daerah Lumpuran melalui jalur alternatif. Dari Gudang Handak, Mas Baron dan rekan-rekannya harus berenang membawa starlink dan laptop menuju PEP Rantau Field. Ketinggian air mencapai tiga meter, sehingga perjalanan sangat berat.

Dalam perjalanan berenang ratusan meter, mereka melakukan tiga kali istirahat sebelum akhirnya tiba di kawasan Pertamina EP Rantau Field. Setelah sampai, mereka langsung menuju Gedung Crisis Center untuk memasang starlink. Dengan keberhasilan ini, akses komunikasi di PEP Rantau Field kembali normal.

General Manager (GM) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, Hari Widodo memberikan apresiasi kepada Edi Syahroni dan empat anggota tim lainnya dari PEP Pangkalan Susu Field. Menurutnya, perjuangan Mas Baron dan tim sangat penting dalam membuka akses komunikasi yang sempat terputus.

"Saya terakhir komunikasi dengan teman-teman Rantau Field pada Kamis (27/11). Saat ini, saya dengar kabar masjid sudah kena banjir. Saya sampaikan kawan-kawan harus bisa dapat akses komunikasi. Makanya, begitu tahu keadaan teman-teman saya tenang," ujarnya.

Menurut Hari Widodo, adanya komunikasi yang normal memungkinkan tim untuk bekerja cepat dalam distribusi sembako dan evakuasi warga. "Saya sangat mengapresiasi Mas Baron dan tim dari PEP Pangkalan Susu Field yang berjuang membawa starlink. Apalagi, mereka berenang supaya komunikasi di PEP Rantau tidak terputus. Lewat komunikasi yang normal, kerja-kerja distribusi sembako dan evakuasi jadi lebih cepat," ungkapnya.

Kisah Mas Baron menjadi contoh nyata dari keberanian dan dedikasi dalam menghadapi bencana. Dengan tindakan cepat dan tanggap, ia berhasil membantu memulihkan akses komunikasi yang vital dalam situasi darurat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan