
Perjuangan Atlet Balap Sepeda asal Kabupaten Kediri
Kisah perjuangan seorang atlet balap sepeda asal Kabupaten Kediri, Rendy Varera Sanjaya, menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dengan tekad kuat dan semangat tinggi, ia berusaha mengharumkan nama Indonesia di ajang SEA Games 2025 Thailand. Salah satu langkah yang diambilnya adalah menjual mobil pribadinya untuk membeli sepeda tanding yang digunakan dalam pertandingan.
Pengorbanan itu terbukti memberikan hasil yang memuaskan. Rendy berhasil meraih satu medali emas dan satu medali perak dalam dua nomor kompetisi, yaitu MTB Cross Country Eliminator dan downhill. Sebagai atlet yang berasal dari Desa Blabak, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ia tampil luar biasa di cabang mountain bike (MTB).
Persiapan yang Matang
Persiapan menuju SEA Games 2025 sudah dilakukan Rendy jauh-jauh hari. Setelah tampil di Kejuaraan Asia di China pada April 2025, ia langsung mendapat panggilan untuk mengikuti training camp (TC) Pelatnas pada awal Mei. "Sepulang dari bulan April ada Kejuaraan Asia di China. Setelah itu saya dapat panggilan TC Pelatnas di awal Mei. Jadi untuk persiapan sebenarnya sudah sangat siap karena dilakukan jauh-jauh hari," ujar Rendy.
Selain itu, ia juga berangkat ke Thailand lebih awal sekitar satu pekan sebelum pertandingan. Langkah ini dilakukan untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca dan karakter lintasan, mengingat arena balap berada di kawasan pantai dengan suhu yang jauh lebih panas. "Track di sana panas sekali karena dekat pantai. Jadi perlu penyesuaian, bukan cuma fisik tapi juga mental, apalagi ini SEA Games pertama saya," tuturnya.
Tanggung Jawab Besar
Di SEA Games 2025, Rendy memikul tanggung jawab besar. Ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor downhill putra dan cross country eliminator putra. Total atlet balap sepeda Indonesia berkisar belasan orang, dengan tim MTB hanya diisi tiga atlet. "Kalau total atlet balap sepeda sekitar 14 sampai 19 orang. Tapi untuk downhill putra hanya saya, dan cross eliminator putra juga hanya saya," jelasnya.
Tekanan pun semakin terasa, terlebih harus menghadapi atlet tuan rumah Thailand yang dikenal kuat secara mental dengan dukungan penuh penonton. Namun tantangan terbesar justru datang dari pengorbanan pribadi yang harus ia ambil jelang kejuaraan.
Pengorbanan Pribadi
Demi bisa tampil maksimal, Rendy memutuskan menjual mobil pribadinya untuk membeli sepeda yang digunakan bertanding. Keputusan itu diambil setelah berdiskusi dengan sang istri. "Untuk persiapan SEA Games kemarin saya sampai menjual mobil untuk beli sepeda. Saya izin ke istri, jual dulu ya, nanti kalau ada rezeki bisa beli lagi," ucapnya.
Mobil tersebut terjual sekitar Rp 50 juta. Uang itu kemudian digunakan untuk membeli sepeda enduro senilai Rp 39 juta, yang meski berada di bawah standar harga sepeda kompetisi, mampu mengantarkan Rendy meraih medali perak di nomor downhill. "Alhamdulillah mobilnya cepat terjual, sepedanya dipakai tanding, dan bisa membawa pulang rezeki," katanya.
Kesuksesan yang Spesial
Keberhasilan di Thailand terasa semakin spesial karena Rendy sebelumnya belum pernah tampil di dua edisi SEA Games. Pada SEA Games 2019 Filipina dan SEA Games 2021 Vietnam, ia belum mendapat kepercayaan turun bertanding meski sudah mengikuti TC. "Untuk ikut TC SEA Games ini sudah tiga kali. Baru di tahun ketiga ini saya dipercaya tampil. Persaingannya ketat dan yang paling berpengaruh itu mental," ungkapnya.
Kepercayaan tersebut akhirnya terbayar lunas. Dalam debutnya di SEA Games, Rendy langsung dipercaya turun di dua nomor dan mampu mempersembahkan medali bagi Indonesia. "Alhamdulillah, saat dipercaya langsung bisa tampil maksimal. Seperti mengganti dua SEA Games sebelumnya," jelasnya.
Dukungan Keluarga
Menjelang final, Rendy selalu menyempatkan diri berkomunikasi dengan keluarga. Dukungan dari orang tua, istri, dan anak menjadi sumber kekuatan terbesarnya saat berada di lintasan. "Sebelum final saya telepon ayah, ibu, istri, dan pamit ke anak. Anak saya senang dan merestui. Itu jadi motivasi buat saya harus menang," pungkas Rendy.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar