
Petugas Kebersihan yang Tetap Berjaga Saat Libur Nataru
Di tengah suasana libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya dimanfaatkan banyak orang untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga, Sahdan (51) justru menunjukkan dedikasi luar biasa. Sebagai petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, ia memilih tetap bekerja demi memastikan lingkungan tetap bersih setelah perayaan malam Tahun Baru 2026.
Sahdan tinggal di Desa Tumbu, Kecamatan Topoyo, sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Mamuju Tengah. Ia rela melewatkan waktu bersama keluarga demi menjalankan tugasnya sebagai petugas kebersihan. Tujuannya adalah memastikan lokasi perayaan malam tahun baru tetap bersih dari tumpukan sampah.
Ia bercerita bahwa usai perayaan malam tahun baru, ia berangkat dari rumah sekitar pukul 04.00 Wita. Untuk tiba tepat waktu di lokasi tugas, Sahdan bahkan melaksanakan salat subuh di perjalanan. “Saya berangkat dari rumah sekitar pukul 04.00 Wita, jadi saya salat subuh di jalan,” ujar Sahdan saat ditemui di Pelataran Tugu Benteng Kayu Mangiwang, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Kamis (1/1/2026).
Pelataran Tugu Benteng Kayu Mangiwang sendiri merupakan salah satu pusat keramaian warga dalam menyambut pergantian tahun. Setibanya di lokasi, Sahdan bersama rekan-rekannya langsung melakukan pembersihan menyeluruh. Berbagai jenis sampah sisa perayaan diangkut satu per satu untuk dibawa ke truk pengangkut.
Meski hanya menerima insentif sekitar Rp1.250.000 per bulan, semangat Sahdan untuk menjaga kebersihan lingkungan tak pernah luntur. “Alhamdulillah, cukup untuk tambah-tambah biaya keluarga,” ucapnya sembari mengelap keringat.
Namun, di balik dedikasinya tersebut, Sahdan juga menyimpan harapan agar ada peningkatan insentif seiring dengan masa pengabdiannya yang telah berlangsung lama. “Ya, kalau bisa ditambah, Pak,” ujarnya dengan nada penuh harap.
Meski demikian, Sahdan tetap menjalani tugasnya dengan penuh semangat. Ia terlihat memungut dan melempar satu per satu tumpukan sampah ke dalam truk, tanpa menghiraukan bau menyengat yang menyertainya. “Setelah semuanya rampung, baru bisa kumpul bersama keluarga,” tutupnya.
Dedikasi yang Tak Pernah Padam
Sahdan bukanlah satu-satunya petugas kebersihan yang bekerja selama libur Nataru. Banyak dari mereka yang memilih untuk tetap berada di lapangan demi menjaga kebersihan lingkungan. Mereka bekerja di bawah cuaca yang tidak menentu, menghadapi deburan sampah yang menumpuk, serta menjalani tugas yang sering kali diabaikan oleh masyarakat.
Berikut beberapa hal yang dilakukan oleh petugas kebersihan selama libur Nataru:
- Membersihkan area publik seperti taman, tempat ibadah, dan jalanan umum
- Mengangkut sampah yang menumpuk setelah acara perayaan
- Menjaga kebersihan di tempat-tempat yang ramai dikunjungi oleh masyarakat
- Memastikan tidak ada sampah yang tersisa di tempat-tempat umum
Dalam pekerjaannya, para petugas kebersihan ini sering kali harus bekerja lebih keras karena jumlah sampah yang meningkat drastis selama masa liburan. Namun, meskipun begitu, mereka tetap bersemangat dan berkomitmen untuk menjaga lingkungan tetap bersih.
Harapan dan Tantangan
Meski memiliki dedikasi tinggi, para petugas kebersihan sering kali menghadapi tantangan dalam pekerjaannya. Salah satunya adalah kurangnya dukungan dari pemerintah dan masyarakat. Meski upah yang diterima cukup untuk kebutuhan sehari-hari, namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan yang lebih besar, seperti pendidikan anak atau biaya kesehatan.
Selain itu, mereka juga sering kali menghadapi tekanan fisik dan mental akibat beban kerja yang berat. Namun, dengan semangat dan tekad yang kuat, mereka tetap bertahan dan menjalani tugasnya dengan baik.
Harapan bagi para petugas kebersihan adalah adanya peningkatan insentif dan pengakuan atas kontribusi mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan. Mereka ingin dihargai sesuai dengan dedikasi dan usaha yang mereka berikan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar