
Fenomena KKS Kosong dan Penyebabnya
Beberapa waktu terakhir, media sosial diramaikan oleh video seseorang yang membakar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) berwarna merah putih. Ia menyampaikan kekecewaannya karena kartu tersebut sudah tidak memiliki saldo bantuan sosial (bansos). Menurutnya, percuma memiliki kartu KKS bila tidak ada isinya. Fenomena ini muncul karena banyak masyarakat tidak memahami alasan saldo bantuan sosial pada KKS tiba-tiba tidak cair. Ketidaktahuan inilah yang memicu kekecewaan dan salah paham.
Berikut adalah penjelasan mengenai penyebab KKS tidak ada saldo dan kosong beserta solusinya menurut kanal YouTube Pendamping Sosial dalam video berjudul "PUNYA KKS TAPI TIDAK ADA SALDONYA, TERNYATA INI PENYEBAB KKS KAMU KOSONG".
Apa Itu KKS?
Kartu Keluarga Sejahtera atau KKS merupakan kartu resmi penyalur bantuan sosial dari Kementerian Sosial. KKS berfungsi menerima dana bansos seperti PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT / Program Sembako, dan BLT Khusus dari pemerintah pusat. Walaupun anggarannya berasal dari pemerintah pusat, tiap daerah memiliki petugas pendamping sendiri yaitu Pendamping sosial PKH, TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), dan Petugas Puskesos (Pusat Kesejahteraan Sosial).
"Para petugas inilah yang memiliki akses ke aplikasi SIKS-NG untuk mengecek status data penerima bansos," kata Pendamping Sosial dalam videonya. Namun, pemilik channel menjelaskan bahwa tidak semua desa memiliki petugas. Hal ini mengakibatkan sebagian masyarakat hanya mendapatkan jawaban tidak tahu ketika bertanya di desa atau kelurahan.
"Karena itu, jika tidak mendapat kejelasan dari pihak desa, solusi utama adalah mendatangi Dinas Sosial setempat," ujar pemilik channel Pendamping Sosial.
Penyebab KKS Tidak Ada Saldo dan Kosong
Melalui video tersebut, pemilik channel juga menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan KKS tidak ada saldo dan kosong, antara lain:
-
Data Dikeluarkan karena Penyalahgunaan Bantuan
Penerima dapat tereksklusi jika terindikasi menggunakan bansos tidak sesuai peruntukan. Pemerintah memonitor penggunaan dana untuk memastikan bansos dipakai sesuai tujuannya. -
Terdeteksi Pernah Digunakan untuk Judi Online
Banyak kasus terjadi karena aplikasi dompet digital di ponsel pernah dipakai untuk top up game atau situs judi dan data NIK terhubung pada transaksi yang mencurigakan. Walaupun bukan si penerima yang melakukannya, jika data keluarga dalam satu KK pernah terhubung dengan aktivitas ini, bansos bisa dihentikan. -
Tidak Lagi Masuk Kategori Keluarga Miskin (Tidak Layak Bansos)
Alasan ini meliputi: - Gaji anggota keluarga di atas UMP/UMK
- Ada anggota keluarga bekerja sebagai PNS, TNI, Polri, atau PPPK
- Jenis pekerjaan dianggap tidak sesuai kriteria penerima bansos
- Ada aset yang terdeteksi atas nama anggota keluarga
Semua ini berlaku untuk seluruh anggota keluarga dalam 1 Kartu Keluarga, bukan hanya si pemegang kartu KKS.
- Teridentifikasi Memiliki Aset Bernilai Tinggi
Sejak menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN), semua aset dapat terbaca otomatis berdasarkan NIK. Di antaranya: - Memiliki rumah atau tanah bersertifikat
- Daya listrik rumah di atas 1.200 VA
- Memiliki kendaraan motor/mobil dengan nilai di atas Rp30 juta
- Memiliki BPKB kendaraan
Jika aset terdeteksi, maka keluarga dianggap tidak layak lagi menerima bansos.
-
Masa Kepesertaan Lebih dari 5 Tahun
Penerima bansos KKS memiliki batas kepesertaan maksimal 5 tahun. Setelah itu, mereka akan otomatis digraduasi (dikeluarkan), kecuali Lansia dan Penyandang disabilitas. Keduanya bisa tetap menerima di atas lima tahun. -
Desil Kesejahteraan Terlalu Tinggi
Setelah pemerintah menggunakan sistem desil 110, penerima bansos dibatasi dengan ketentuan sebagai berikut: - Desil 14 berhak PKH
- Desil 15 berhak BPNT/Sembako
Jika seseorang berada di desil 6 ke atas, maka mereka dianggap tidak layak. Pemilik channel mengatakan desil dapat naik atau turun berdasarkan survei terbaru dari petugas lapangan.
"Jika merasa desil tidak sesuai kondisi sebenarnya, Anda dapat mengajukan pembaruan data melalui aplikasi Cek Bansos atau meminta penurunan desil di Dinas Sosial atau melalui petugas Puskesos/pendamping sosial," jelas pemilik channel.
Solusi KKS Kosong Tidak Ada Saldo
Bagi masyarakat yang memiliki KKS namun tidak ada saldo atau kosong, pemilik channel Pendamping Sosial menyarankan warga langsung datang ke Dinas Sosial Setempat.
"Langkah paling tepat adalah pergi langsung ke Dinas Sosial di kabupaten atau kota Anda. Di sana, selalu ada petugas resmi seperti pendamping PKH atau TKSK yang dapat mengecek status kepesertaan Anda, menginformasikan alasan mengapa saldo tidak cair, dan membantu proses perbaikan atau pembaruan data," katanya. Petugas di Dinas Sosial memiliki akses data lengkap sehingga dapat memberikan jawaban yang akurat.
Sebagai alternatif, warga juga bisa mengecek status bansos secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos.
"Melalui aplikasi ini, Anda dapat melihat apakah data Anda masih aktif, masuk daftar penerima, atau justru sudah tereksklusi. Cara ini memudahkan Anda untuk memantau status tanpa harus datang ke kantor," pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar