Banjir Besar di Sibolga dan Video Harimau yang Menghebohkan Media Sosial
Pada akhir November 2025, banjir besar melanda kota Sibolga, Sumatra Utara, menyebabkan ratusan ribu warga kehilangan rumah mereka. Bencana ini juga mengakibatkan hilangnya nyawa sebanyak 961 orang dan hampir satu juta penduduk terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka. Sejumlah wilayah lain di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh juga terdampak oleh banjir tersebut.
Namun, selain bencana alam, sebuah video yang menampilkan dua ekor harimau berjalan di tengah genangan air juga menjadi perhatian publik. Video tersebut viral di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna internet. Narasi yang menyertai video tersebut menyebutkan bahwa harimau berkeliaran di area banjir, yang memicu kekhawatiran tentang keselamatan masyarakat dan satwa liar.

Video serupa juga beredar di platform TikTok dan Threads, dengan narasi yang sama mengenai keberadaan harimau di tengah banjir. Beberapa komentar menunjukkan bahwa netizen percaya informasi tersebut dan khawatir akan ancaman dari harimau tersebut.
"Kalau benar, ini memang berbahaya," tulis salah seorang pengguna media sosial.
"Mau membantu, tapi nanti takutnya malah dimakan," kata pengguna lainnya.
Namun, setelah dilakukan pencarian gambar terbalik di Google, ditemukan video Facebook yang menampilkan klip harimau yang serupa. Keterangan pada video tersebut menyatakan bahwa klip itu dibuat menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).

Analisis lebih lanjut terhadap video tersebut menunjukkan adanya inkonsistensi visual yang merupakan ciri khas dari konten yang dibuat dengan AI. Dalam video, terlihat seseorang menggunakan ponsel untuk merekam harimau tersebut. Namun, hewan tersebut tidak muncul di layar ponsel, meski seharusnya lewat di depan kamera. Selain itu, tidak ada riak air yang muncul ketika harimau tersebut melintasi banjir dan tidak ada benda apapun di air.
Ketinggian air juga tampak tidak konsisten; banjir terlihat lebih tinggi antar rumah, sedangkan tubuh hewan tersebut tetap berada di atas permukaan air.

Alat deteksi AI seperti Hive Moderator menilai bahwa video tersebut memiliki kemungkinan 99,9 persen sebagai deepfake hasil buatan AI. Sementara itu, Loo Kean Seong, Direktur Departemen Satwa Liar dan Taman Nasional Terengganu, juga membenarkan bahwa video tersebut dibuat menggunakan AI dan menyangkal adanya harimau di tengah banjir Malaysia.
Di sisi lain, tidak ada laporan resmi yang menyebutkan bahwa harimau terlihat melintasi area warga Sibolga di Sumatra Utara. AFP telah membantah berbagai misinformasi terkait visual AI yang dikaitkan dengan bencana banjir di Asia Tenggara.
Meskipun teknologi AI semakin maju, deteksi visual yang tidak konsisten tetap menjadi indikator penting untuk mengidentifikasi konten palsu. Dengan semakin banyaknya penyebaran informasi palsu, masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi sumber dan menghindari menyebarkan konten tanpa bukti yang jelas.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar