Kluivert Jr. Bisa Bela Timnas Curacao Meski Gagal ke Piala Dunia 2026

Peluang Ruben Kluivert untuk Tampil di Piala Dunia 2026

Anak dari mantan pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert, kini sedang mempertimbangkan jalan alternatif untuk menembus ajang Piala Dunia 2026. Ruben Kluivert, yang saat ini sedang berkarier di klub top Liga Prancis, Olympique Lyon, menghadapi tantangan besar dalam upayanya untuk masuk ke skuad timnas Belanda. Meski memiliki latar belakang sepak bola yang kuat, ia harus bersaing dengan pemain-pemain hebat seperti Matthijs de Ligt dan rekan-rekannya.

Sejak direkrut oleh Lyon pada musim panas lalu, Ruben terus berusaha membuktikan dirinya sebagai bagian dari tim utama Les Gones. Namun, usia 24 tahun membuatnya menyadari bahwa kesempatan untuk tampil di Piala Dunia 2026 mungkin lebih realistis jika ia memilih negara leluhurnya, Curacao.

Syarat untuk Memperkuat Timnas Curacao

Ruben memenuhi syarat untuk memperkuat timnas Curacao, yang akan melakoni debutnya di Piala Dunia 2026. Neneknya, Lidwina, lahir di negara mini yang terletak di kawasan Laut Karibia tersebut. Selain itu, ia juga memiliki kans untuk membela tim nasional Suriname, yang merupakan negara asal kakeknya. Namun, peluang Suriname lolos ke Piala Dunia masih belum pasti karena harus melewati play-off interkontinental.

Dengan demikian, Curacao menjadi pilihan terbaik bagi Ruben untuk menjaga asa tampil di kejuaraan dunia. Ayahnya pernah menukangi The Blue Wave selama dua periode (20152016, 2021) sebelum berpindah ke timnas Indonesia. Hal ini memberikan konteks tambahan tentang hubungan keluarga dengan Curacao.

Masa Depan yang Masih Tertunda

"Saya masih mempertimbangkan semua kemungkinan," kata Ruben Kluivert, dikutip dari Voetbal International. "Tetapi, kemungkinan besar saya akan berbicara dengan keluarga dan teman-teman tentang apakah akan bermain di Piala Dunia."

Bola kini berada di kaki Federasi Sepak Bola Curacao (FFK) dan pelatih Dick Advocaat. Ruben masih menunggu panggilan resmi dari seberang Atlantik. Tergantung keputusan mereka, apakah mereka bersedia merekrut anak sang legenda untuk bergabung secara instan atau tetap mengutamakan kohesi dengan para personel yang sudah ada saat ini.

"Saya tetap membuka kemungkinan bahwa dia (Advocaat) bisa menghubungi saya kapan saja," lanjutnya. "Kemudian saya harus memutuskan apa yang harus dilakukan."

Harapan untuk Menjadi Legenda

Meskipun target menembus skuad Oranje masih terasa sulit, Ruben tidak menyerah. Ia tetap percaya bahwa kesempatan untuk membela negara leluhurnya bisa menjadi langkah strategis untuk meraih mimpi bermain di Piala Dunia 2026.

"Saya masih mempertimbangkan apa yang akan saya lakukan," ujar Ruben. "Mimpi saya, tentu saja, adalah membela tim nasional Belanda."

Ia juga menyadari bahwa usianya yang 24 tahun membuatnya berada di golongan usia tengah-tengah. "Saya tidak terlalu muda, dan juga tidak terlalu tua." Dengan platform seperti Olympique Lyon, ia berharap bisa membuktikan diri dan menembus ke level tertinggi.

Pemain jebolan FC Utrecht ini tetap optimis bahwa masa depannya bisa terbuka lebar, baik di level klub maupun internasional. Apakah itu melalui Belanda atau Curacao, ia siap menjalani setiap langkah dengan penuh tekad.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan