KM Rahma Jaya Tenggelam, Keluarga Bersyukur Suami Selamat

KM Rahma Jaya Tenggelam, Keluarga Bersyukur Suami Selamat

Nelayan Selamat Setelah Tenggelam di Perairan Karang Antu

Cucu (50), istri dari Randruk (65) nelayan asal Desa Kurnia, Manggar, Belitung Timur, tidak bisa menahan rasa syukur setelah mengetahui suaminya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan. Kejadian ini terjadi setelah KM Rahma Jaya tenggelam di Perairan Karang Antu.

"Alhamdulillah, benar-benar bersyukur suami saya masih diberikan keselamatan. Terima kasih untuk semua yang sudah berusaha menolong suami saya," ucap Cucu ketika diwawancarai Posbelitung.co, Selasa (9/12).

Meski biasa melaut sendirian, Cucu mengatakan bahwa sebelum berangkat, suaminya selalu memastikan kondisi kapal, terutama mesin. Namun tak disangka ombak tinggi yang menerjang hampir seharian membuat kapal Randruk luluh lantak.

Berjuang sendirian di tengah gelombang, Randruk bertahan hingga bantuan datang. "Suami saya cerita bagaimana paniknya di tengah terpaan ombak. Apalagi hanya sendirian sambil menahan sakit. Beginilah namanya musibah datang tidak ada yang tahu," katanya.

KM Rahma Jaya menjadi satu-satunya alat Randruk mencari nafkah yang kini hancur dan tak bisa digunakan lagi. "Sekarang kami harus mulai dari awal lagi. Kapal kami sudah tidak ada, padahal itu satu-satunya yang dipakai bapak untuk mencari ikan. Kami hanya bisa pasrah dan berusaha bangkit pelan-pelan," ungkap Cucu.

Cucu mengakui, Randruk memang memiliki riwayat penyakit prostat sejak dua tahun terakhir dan tidak boleh terlambat mengonsumsi obat. Situasi panik dan rasa sakit memperburuk kondisinya saat terjebak di tengah ombak besar. "Setelah ditangani tim medis, keadaan bapak Alhamdulillah sudah mendingan dibanding tadi waktu baru selesai dievakuasi," ujarnya.

Kini Randruk masih menjalani perawatan lanjutan di RSUD Muhammad Zein Belitung Timur. Sementara keluarganya berharap ia segera pulih dan dapat beraktivitas kembali seperti biasa.

Operasi Pencarian dan Pertolongan

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) digelar Pos SAR Belitung setelah menerima laporan kecelakaan KM Rahma Jaya yang tenggelam di Perairan Karang Antu, Belitung Timur. Satu orang korban atas nama Randruk (65), warga Desa Kurnia Manggar, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada Selasa (9/12) dini hari.

Danpos SAR Belitung, Indra Prasta menjelaskan, informasi awal diterima dari anggota RAPI, Ramon, pada Senin (8/12) pukul 23.26 WIB. Ia melaporkan, korban mengalami kondisi lemah dan membutuhkan intercept cepat menuju pelabuhan. "Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak untuk melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian," ujar Indra Prasta.

Kejadian bermula saat KM Rahma Jaya berangkat dari Pelabuhan Nelayan Desa Kurnia, Manggar, pada Sabtu (6/12) pukul 05.30 WIB menuju fishing ground di Perairan Karang Antu. Pada Senin (8/12) sekitar pukul 15.00 WIB, kapal dilaporkan tenggelam akibat cuaca buruk.

Korban kemudian meminta pertolongan melalui radio dan sinyal tersebut diterima oleh KM Gemilang yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Pada pukul 15.40 WIB, ABK KM Gemilang berhasil mengevakuasi korban dan berusaha membawa ke Pelabuhan Manggar karena korban mengalami sakit perut dengan riwayat prostat.

Namun, menjelang malam kondisi korban memburuk akibat kepanikan, sehingga RAPI menghubungi Pos SAR Belitung untuk meminta bantuan intercept. Tim SAR Gabungan yang menggunakan RIB 02 berhasil menemukan korban pada pukul 01.04 WIB di perairan Pulau Buku Limau, atau sekitar 19,09 nautical mile dari titik kejadian.

"Korban langsung kami bawa menuju Dermaga ASDP Manggar dan selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Manggar untuk mendapatkan penanganan medis," jelas Indra Prasta.

Pada pukul 01.47 WIB tim tiba di dermaga, dan operasi SAR diusulkan ditutup setelah debriefing pada pukul 02.00 WIB. Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur, termasuk Rescue Pos SAR Belitung Timur, RAPI, Polairud, BPBD Beltim, ABK KM Gemilang dan tenaga medis Puskesmas Manggar.

Imbauan untuk Nelayan

Indra Prasta mengimbau para nelayan untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, mengingat angin barat sedang aktif dengan kecepatan mencapai 15 knot dan gelombang 1,2 meter di wilayah perairan Belitung Timur. "Keselamatan selalu menjadi prioritas. Pastikan alat komunikasi berfungsi dan gunakan pelampung saat berlayar," tegasnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan