Koalisi SAE Patenang Beri Batu Nisan ke Polres Probolinggo Kota Karena Kekhawatiran Kerusakan Hutan

Koalisi SAE Patenang Beri Batu Nisan ke Polres Probolinggo Kota Karena Kekhawatiran Kerusakan Hutan

Aksi Peduli Lingkungan Hutan dan Bencana Alam oleh Koalisi SAE Patenang

Koalisi SAE Patenang menggelar refleksi akhir tahun dengan aksi keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan hutan dan bencana alam yang terjadi di berbagai daerah. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan.

Dalam aksi tersebut, aktivis menyerahkan surat pernyataan sikap serta suvenir berupa kain kafan dan nisan kepada perwakilan Polres Probolinggo Kota. Surat pernyataan ini berisi fakta dan data terkait perusakan hutan, yang menjadi salah satu penyebab utama bencana alam seperti banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penyebab Bencana Alam yang Tidak Bisa Diabaikan

Salah satu perwakilan Koalisi SAE Patenang, Syarful Anam, menjelaskan bahwa bencana yang terjadi bukanlah bagian dari siklus alam, melainkan hasil dari eksploitasi hutan dan alih fungsi lahan. Ia menyebutkan bahwa di Probolinggo, kerusakan hutan juga mulai terjadi di kaki Gunung Bromo dan kaki Gunung Argopuro, yang berdampak pada banjir di beberapa wilayah seperti Dringu, Sumberasih, dan Tiris.

Syarful menekankan bahwa masyarakat, pemerintah kota, dan kabupaten harus lebih menjaga lingkungan kawasan hutan. Selain itu, aparat penegak hukum diminta untuk tidak tebang pilih dalam menindak pelaku perusakan lingkungan hutan.

Dampak Jangka Panjang Bila Tidak Diatasi

Menurut Syarful, jika masalah ini dibiarkan, dampaknya akan semakin meluas. Generasi muda masa depan akan merasakan dampaknya secara langsung. Ia menyoroti bahwa bencana alam sudah menjadi langganan di Kota/Kabupaten Probolinggo.

Ia berharap pengelolaan alam tidak dilakukan secara serampangan. Lebih lanjut, ia menilai bahwa ke depan harus ada pemberian hukum tegas bagi para pelaku perusakan alam, khususnya hutan, agar bencana tidak lagi terjadi.

Kepedulian Terhadap Alam dari Perspektif Agama

Sementara itu, Koordinator Jaringan Intelektual Nahdliyin, Lukman Sumardi, berharap dari refleksi ini bisa muncul tindakan tegas bagi pelaku perusakan alam. Menurutnya, jika tidak segera diatasi, bencana akan terus terjadi.

Lukman menegaskan bahwa kepedulian terhadap alam bukan hanya soal kemanusiaan, tetapi juga merupakan tanggung jawab agama. Tuhan telah menitipkan alam ini kepada manusia, sehingga diperlukan kebijaksanaan dalam mengelolanya.

Harapan Masa Depan

Aksi yang digelar oleh Koalisi SAE Patenang dan Ansor Kota Probolinggo ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai sadar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Dengan menyalakan belasan lilin di jalan Panglima Sudirman Kota Probolinggo, mereka memberikan simbol keprihatinan atas kerusakan hutan dan ancaman bencana alam.

Refleksi akhir tahun ini menjadi momen penting untuk mengingatkan semua pihak bahwa perlindungan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kesadaran dan tindakan nyata, diharapkan dapat mencegah bencana alam yang semakin sering terjadi.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan