
Peran Indodax dalam Bantuan Kemanusiaan Pasca-Banjir Bandang di Sumatera
Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 mengakibatkan kerugian besar di beberapa wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Banyak korban jiwa, ribuan pengungsi, serta kerusakan infrastruktur yang luas menjadi dampak dari bencana tersebut. Dalam situasi seperti ini, perusahaan-perusahaan di Indonesia juga merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut berkontribusi dalam proses pemulihan masyarakat.
Indodax, sebagai salah satu perusahaan teknologi finansial yang berkembang pesat di Indonesia, menyadari pentingnya perannya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Oleh karena itu, Indodax meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “INDODAX untuk Indonesia: #PrayForSumatera, Dari INDODAX untuk Sumatera”.
Penyerahan bantuan dilakukan di kantor Indodax pada Selasa, 9 Desember 2025. Acara ini menjadi momen penting yang menunjukkan kolaborasi antara perusahaan, platform donasi, dan lembaga kemanusiaan. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan bantuan dapat disalurkan dengan lebih efektif dan tepat sasaran.
CEO Indodax, William Sutanto, menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi yang terbangun dalam program ini. Ia menjelaskan bahwa Indodax memberikan dukungan semampu mereka melalui bantuan finansial. “Kami berharap apa yang kami salurkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan memberikan manfaat nyata bagi mereka yang sedang menghadapi masa-masa sulit,” ujarnya.
VP Marketing Indodax, Antony Kusuma, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemulihan di wilayah terdampak. Ia menyebutkan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Indodax untuk hadir ketika masyarakat menghadapi situasi sulit. “Melalui penyaluran bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang di Sumatera, kami berharap dapat sedikit meringankan beban warga serta membantu pemulihan di wilayah terdampak,” katanya.
Peran Ayobantu sebagai jembatan dalam proses penyaluran bantuan juga sangat penting. CEO Ayobantu, Agnes Yuliavitriani, menjelaskan bahwa pihaknya menjadi penghubung antara Indodax dan mitra mereka, Asar Humanity, yang saat ini berada di garis depan. Relawan mereka sudah siaga menyalurkan bantuan yang dikumpulkan dari berbagai donatur.
Dari sisi lapangan, Purwadi Nugroho dari Asar Humanity menggambarkan kondisi sejumlah wilayah Aceh yang menjadi fokus utama penyaluran bantuan. Ia menjelaskan bahwa beberapa kabupaten seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang masih sulit diakses. Untuk menjangkau daerah-daerah tersebut, Asar Humanity melakukan konvoi double cabin yang membawa delapan ton bantuan dan sepuluh armada. Bahkan, hari ini mereka memberangkatkan tiga puluh relawan yang harus berjalan kaki selama dua hari melewati tiga puluh dua jembatan putus.
Asar Humanity telah mengaktifkan posko induk, sejumlah posko unit, serta pusat logistik untuk mempercepat pelayanan kepada para korban. Upaya ini dijalankan melalui kolaborasi multipihak, termasuk Indodax sebagai mitra penyalur bantuan, serta dukungan pemerintah daerah, komunitas lokal, relawan, mahasiswa, hingga TNI dan Polri untuk memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak secara maksimal.
Program CSR “Indodax untuk Indonesia: #PrayForSumatera, Dari INDODAX untuk Sumatera” menjadi bukti nyata kontribusi Indodax dalam mendukung pemulihan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui kerja sama dengan Ayobantu dan Asar Humanity, langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan dan memberikan dampak langsung bagi warga yang terdampak di Sumatera.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar