Komdigi: Pemulihan BTS di Sumut dan Sumbar Hampir Selesai, Aceh Masih Tertunda

Pemulihan Jaringan Telekomunikasi di Sumatera Menunjukkan Progres Positif

Pemulihan jaringan telekomunikasi pasca-banjir di beberapa wilayah Sumatera menunjukkan progres positif. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mencatat bahwa jumlah Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak banjir telah berkurang menjadi 2.637 unit, dengan sebanyak 743 BTS berhasil dipulihkan dan kembali beroperasi.

Wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat hampir pulih sepenuhnya, sementara Aceh masih menghadapi kendala terkait pasokan listrik, sehingga hanya 33 persen dari total BTS yang aktif. Berikut rincian pemulihan jaringan di masing-masing wilayah:

  • Sumatera Utara
    Dari total 9.612 BTS, sebanyak 9.292 unit telah kembali beroperasi normal, atau setara dengan 96,67 persen. Ini menunjukkan bahwa pemulihan jaringan di wilayah ini hampir rampung.

  • Sumatera Barat
    Tingkat pemulihan mencapai 99,20 persen, dengan 3.709 dari 3.739 BTS kembali aktif. Hanya sedikit sekali BTS yang masih dalam kondisi tidak berfungsi.

  • Aceh
    Dari total 3.414 BTS yang terdampak banjir, baru 1.127 unit atau sekitar 33,01 persen yang kembali beroperasi. Sisanya, sebanyak 2.287 BTS, masih belum aktif karena masalah pasokan listrik yang belum sepenuhnya pulih.

Peran BTS dalam Komunikasi

BTS adalah menara pemancar sinyal seluler yang bertugas menerima dan mengirim sinyal dari ponsel ke jaringan operator. Jika BTS rusak atau tidak aktif, dampaknya bisa sangat signifikan, seperti HP tidak dapat mendapatkan sinyal, internet lambat atau tidak bisa digunakan, serta telepon dan SMS gagal terkirim.

Dengan BTS yang kembali beroperasi, komunikasi di wilayah terdampak banjir seharusnya mulai berangsur pulih dan dapat digunakan untuk mendukung penanganan dampak bencana.

Upaya Pemerintah dalam Memperkuat Layanan Darurat

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan bahwa pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam penanganan dampak bencana. Ia menekankan bahwa setiap BTS yang pulih berarti lebih banyak warga bisa memberi kabar dan menerima informasi yang mereka butuhkan.

Menurut Meutya, perbaikan BTS di Aceh masih bergantung pada pemulihan aliran listrik. Operator seluler saat ini bekerja sama dengan PLN dan berbagai pihak terkait untuk mempercepat normalisasi pasokan daya di wilayah terdampak.

Solusi Konektivitas Darurat

Untuk memastikan masyarakat tetap bisa berkomunikasi tanpa hambatan, terutama di situasi darurat, Kemkomdigi mengerahkan solusi konektivitas darurat. Hingga kini, sebanyak 18 titik akses satelit Satria-1 telah dioperasikan di lokasi strategis seperti bandara, rumah sakit, posko bencana, dan kantor pemerintahan.

Selain itu, pemerintah juga mendistribusikan 88 unit perangkat Starlink ke wilayah terdampak banjir. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • 27 unit diberikan ke Aceh
  • 27 unit diberikan ke Sumatera Utara
  • 34 unit diberikan ke Sumatera Barat

Fokus kami memastikan masyarakat tetap bisa berkomunikasi tanpa hambatan, terutama di situasi darurat, tegas Meutya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan