Komisi C DPRD Jombang Periksa Tugu Roboh di Bandarkedungmulyo, Fokus pada Material ACP

Komisi C DPRD Jombang Periksa Tugu Roboh di Bandarkedungmulyo, Fokus pada Material ACP

Inspeksi Mendadak di Tugu Roboh Jombang

Komisi C DPRD Kabupaten Jombang, Jawa Timur, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi tugu yang roboh di Kecamatan Bandarkedungmulyo pada Sabtu 13 Desember 2025. Tugu yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar ini menjadi perhatian serius legislatif karena berada di ruang terbuka dan berfungsi sebagai landmark daerah.

Ketua Komisi C DPRD Jombang, M. Zahrul Jihad, mengatakan hasil sidak sementara menunjukkan kerusakan terjadi pada bagian Aluminium Composite Panel (ACP) yang terlepas. Ia menegaskan, kerusakan tersebut masih menjadi tanggung jawab kontraktor karena proyek tugu masih berada dalam masa pemeliharaan.

Kontraktor wajib melakukan perbaikan dan memastikan pemasangan ACP dilakukan dengan konstruksi yang lebih kuat agar kejadian serupa tidak terulang. Kami juga akan memanggil pihak kontraktor dan dinas terkait untuk meminta penjelasan, terangnya.

Dalam sidak tersebut, Anggota Komisi C DPRD Jombang, Syaifulloh, turut menyoroti aspek teknis pembangunan tugu, khususnya terkait pemilihan material ACP cutting. Menurutnya, penggunaan ACP pada struktur tugu dengan ketinggian lebih dari lima meter di ruang terbuka perlu dikaji ulang secara mendalam.

Ia menilai tugu tersebut terpapar langsung angin kencang, hujan, serta cuaca ekstrem, sehingga membutuhkan material dengan tingkat ketahanan tinggi.

"Penggunaan ACP cutting bukan pilihan ideal apabila tidak didukung perhitungan beban angin yang matang serta rangka struktur yang benar-benar kuat," ujarnya.

Komisi C DPRD Jombang menegaskan, hasil evaluasi sidak akan menjadi dasar penentuan tanggung jawab perbaikan. Pemerintah daerah tidak akan membebankan anggaran perbaikan kepada APBD Jombang apabila terbukti kerusakan disebabkan oleh kesalahan desain, pemilihan material, maupun metode pemasangan yang tidak sesuai standar teknis.

Jika hasil evaluasi teknis menunjukkan adanya kesalahan perencanaan atau pelaksanaan, maka tanggung jawab sepenuhnya ada pada penyedia jasa, tegasnya.

Penyebab Tugu Roboh

Seperti diberitakan sebelumnya, tugu selamat datang yang menelan anggaran hingga Rp1 miliar roboh setelah diterjang angin puting beliung pada Kamis (11/12) sore, meski bangunan tersebut bahkan belum sempat diresmikan. Bagian atas tugu tampak patah dan ambruk ke samping, sebagaimana terlihat dalam foto-foto yang beredar luas di media sosial.

Peristiwa ini langsung memicu sorotan publik. Melalui unggahan di Facebook, warga mempertanyakan kualitas konstruksi tugu tersebut. Banyak warganet menduga adanya persoalan dalam pengerjaan proyek, mengingat bangunan baru itu runtuh hanya beberapa pekan setelah diselesaikan.

Komentar bernada kecewa dan kritikan memenuhi lini masa hingga menjadi perbincangan hangat. Insiden robohnya tugu ini menambah panjang daftar sorotan terhadap proyek tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi, membenarkan adanya peristiwa ambruknya tugu Jombang tersebut. Nggih mas, informasi awal kami karena ada angin puting beliung. Besok teman-teman ke lokasi, kata Bayu, Kamis 11 Desember 2025.

Kritik terhadap Konstruksi Tugu

Masyarakat dan para ahli teknik mulai memberikan kritik terhadap konstruksi tugu yang dianggap tidak sesuai dengan standar. Beberapa ahli menyatakan bahwa tugu yang dirancang untuk bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem harus menggunakan bahan dan struktur yang lebih kokoh.

Selain itu, banyak orang merasa bahwa proyek ini tidak melalui proses evaluasi yang cukup. Tugu yang dibangun dengan biaya besar harus dipertanggungjawabkan secara transparan, terutama jika mengalami kerusakan yang sangat parah.

Beberapa pengamat juga menyarankan agar pemerintah daerah melakukan audit terhadap semua proyek infrastruktur yang dibiayai oleh APBD. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa uang rakyat digunakan dengan baik dan tidak terbuang sia-sia.

Tidak hanya itu, masyarakat juga berharap agar pihak terkait dapat menjelaskan secara terbuka apa penyebab utama dari kerusakan tugu tersebut. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami apakah kerusakan disebabkan oleh faktor alam atau kesalahan teknis.

Langkah yang Diambil

Komisi C DPRD Jombang berkomitmen untuk terus memantau situasi tugu tersebut. Mereka akan melakukan evaluasi lebih lanjut dan memanggil pihak-pihak terkait untuk memperoleh penjelasan lengkap.

Selain itu, mereka juga akan mengevaluasi prosedur pengerjaan proyek agar tidak terjadi kejadian serupa di masa depan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat percaya kembali terhadap kinerja pemerintah daerah.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan