Komisi II DPRD Kota Bogor Gelar Rapat Kerja dengan Perumda Pasar Pakuan Jaya

Bogor Komisi II DPRD Kota Bogor mengadakan rapat kerja bersama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) untuk membahas berbagai aspek terkait kinerja, rencana bisnis, serta target perusahaan pada tahun 2026. Rapat ini menjadi langkah penting dalam memastikan keberlanjutan operasional dan pengelolaan pasar yang lebih profesional.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Abdul Kadir Hasbi Alatas, menyampaikan bahwa hasil rapat menunjukkan pentingnya pengelolaan pendapatan yang lebih baik agar tidak terjadi kebocoran pendapatan. Hal ini dinilai sangat krusial karena dapat berdampak langsung pada penurunan laba Perumda PPJ.
Menurut Hasbi, hingga akhir tahun depan, Perumda PPJ masih memiliki kewajiban pembayaran utang yang harus segera diselesaikan. Saat ini, beban utang yang tersisa mencapai Rp1,1 miliar. Ia berharap utang tersebut bisa terselesaikan pada tahun 2026. Selain itu, pihaknya juga berharap Perumda PPJ dapat memberikan deviden kepada Pemkot Bogor pada 2027, yang diharapkan dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain masalah utang, Komisi II juga menuntut kepastian terkait rencana renovasi Pasar Bogor dan Plaza Bogor. Hasbi menegaskan bahwa tanpa adanya kepastian dalam rencana revitalisasi, pasar-pasar tersebut akan kehilangan pendapatan yang sangat besar.
Harus ada kepastian dari rencana revitalisasi Pasar Bogor. Karena itu menjadi kehilangan pendapatan yang sangat besar, tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Edi Kholki Zaelani, meminta Perumda PPJ menyusun kajian strategis agar mampu bersaing dengan perkembangan pasar terbuka dan perdagangan daring. Ia berharap PPJ terus meningkatkan kinerjanya dan membuat kajian serta pengelolaan pasar yang lebih efektif dan efisien dalam menghadapi maraknya jual beli daring.
-
Dalam hal ini, PPJ diminta untuk melakukan inovasi guna terus menghidupkan pasar-pasar tradisional. Hal ini menjadi penting mengingat semakin pesatnya perkembangan teknologi dan pola konsumsi masyarakat.
-
Edi juga menekankan perlunya adanya strategi yang jelas dalam menghadapi tantangan pasar modern. Dengan demikian, Perumda PPJ dapat tetap menjadi bagian dari ekosistem perdagangan yang kompetitif dan berkelanjutan.
-
Selain itu, ia menyarankan agar Perumda PPJ terus memperkuat hubungan dengan para pedagang dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan begitu, kebijakan yang diterapkan dapat lebih efektif dan disepahami oleh seluruh pihak.
-
Rencana bisnis Perumda PPJ untuk lima tahun ke depan juga menjadi fokus utama dalam rapat tersebut. Komisi II berharap adanya visi jangka panjang yang terukur dan realistis, sehingga dapat memberikan arahan yang jelas bagi pengelolaan pasar.
-
Dengan adanya kejelasan rencana bisnis, Perumda PPJ diharapkan mampu menjawab tantangan masa depan dengan lebih baik. Hal ini juga akan membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat sasaran.
-
Di samping itu, Komisi II juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan Perumda PPJ. Dengan transparansi yang baik, masyarakat dan pemerintah daerah dapat lebih percaya terhadap kinerja perusahaan daerah tersebut.
-
Langkah-langkah ini diharapkan dapat membangun sistem pengelolaan yang lebih profesional dan berkelanjutan, sehingga Perumda PPJ dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Kota Bogor.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar