
Kecelakaan Tunggal Isuzu Elf di Jalur Cangar - Pacet
Pada hari Kamis sore (1/1), sebuah kendaraan Isuzu Elf yang membawa rombongan keluarga dari Surabaya mengalami kecelakaan lalu lintas di jalur turunan AMD Sendi, Dusun Pacet Selatan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kejadian ini menimpa bus dengan nomor polisi L 7791 AF. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, sebanyak 16 penumpang dilaporkan mengalami luka ringan hingga berat.
Sopir minibus Isuzu Elf, Arifin, 51 tahun, menjelaskan bahwa saat kejadian, kendaraannya masih dalam kondisi normal. Ia sedang membawa rombongan keluarga yang ingin berwisata ke Air Panas Padusan, Pacet. Namun, petaka terjadi saat memasuki turunan AMD Sendi, di mana sistem pengereman tiba-tiba gagal bekerja.
”Nggak ada sama sekali, (rem) kosong. Dari situ (AMS Sendi) tadi olengnya. Jadi sejak dari turunan sekitar kejadian, rem tiba-tiba tidak ada sama sekali, kosong atau blong total,” ujar Arifin.
Akibat dari kegagalan sistem pengereman tersebut, mobil elf yang dikemudikannya menjadi tidak terkendali. Arifin mencoba mengambil inisiatif untuk membanting stir agar kendaraan keluar jalur dan terguling di Dusun Pacet setelah menabrak tiang listrik beton.
Penerimaan Korban di Rumah Sakit
Di sisi lain, Kepala Seksi Pelayanan Medis (Kasi Yanmed) RSUD Sumberglagah, Praviko Rahmadho, menyampaikan bahwa 16 korban kecelakaan minibus Elf di Pacet telah dilarikan ke rumah sakit tersebut. Ia menjelaskan bahwa seluruh korban saat ini sudah dalam kondisi sadar, namun belum ada yang pulang karena masih menjalani perawatan medis.
Berikut adalah identitas lengkap dari 16 korban kecelakaan tunggal Isuzu Elf di Jalur Cangar - Pacet:
- Fauzan, warga Kromowijoyo 3, Krembangan Selatan, luka robek pada wajah dan perut kiri.
- Ananda Fahri Rizky, Kromowijoyo 3, warga Krembangan Selatan, luka robek perut kanan, luka robek tungkai bawah kanan dan kiri.
- Niswa Mutia Ummi F, Kromowijoyo 3, warga Krembangan Selatan, tangan kiri sulit digerakkan.
- Nurhidayati Maulinda, warga Kromowijoyo 3, Krembangan Selatan, luka lecet pipi kanan.
- Maimuna, warga Kromowijoyo 3, Krembangan Selatan, nyeri punggung belakang.
- M. Tinglan, warga Kromowijoyo 3, Krembangan Selatan, luka robek bahu dan kepala, hematoma kepala.
- Saima, warga Sidokapasan 8/5-C, Sidodadi, nyeri tangan kiri.
- Noer Arifin, warga Candi Lontar GG 2 No. 41-B/104, Surabaya, nyeri bahu kiri.
- Lilik Setiawati, warga Kromowijoyo 3, Krembangan Selatan, nyeri pergelangan tangan kanan dan bahu kanan.
- Nurifa Safira, warga Kromowijoyo 3, Krembangan Selatan, luka robek siku kiri.
- Aditya O, warga Kromowijoyo 3, Krembangan Selatan, luka robek kepala (2 buah).
- Nadia Salwa A, warga Kromowijoyo 3, Krembangan Selatan, luka robek di dahi.
- Puput Saputri, warga Gembong 3/99, Kapasan, post KLL, nyeri dada dan nyeri kepala.
- Arief Putra Pratama, warga Kromowijoyo 3, Krembangan Selatan, luka robek di dahi.
- Nanda Mia Fatmawati, warga Dupak Bangunsari RT 2/ RW 15, Dupak, Krembangan, luka lecet pada tangan.
- A. Quraish Shihab Al-Hudari, warga Dupak Bangunsari RT 2/ RW 15, Dupak, Krembangan, luka lecet pada tangan.
Penyebab dan Tindakan Lanjutan
Saat ini, penyebab pasti dari kecelakaan tersebut masih dalam proses investigasi. Namun, pengemudi menyatakan bahwa kegagalan sistem pengereman menjadi faktor utama. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang pemeliharaan kendaraan dan keselamatan berkendara di jalur yang dianggap ekstrem.
Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis yang memadai, dan pihak rumah sakit terus memantau kondisi mereka. Keluarga korban juga diminta untuk tetap bersabar dan mengikuti instruksi dari tenaga medis.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi pengemudi dan pengguna jalan untuk lebih waspada, terutama saat melintasi jalur yang memiliki kondisi sulit seperti jalur turunan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar