KONI Belitung Kesulitan Bagi Anggaran Terbatas

KONI Belitung Kesulitan Bagi Anggaran Terbatas

Anggaran Hibah KONI Kabupaten Belitung Tidak Mencukupi untuk 30 Cabang Olahraga

KONI Kabupaten Belitung menerima anggaran hibah sebesar Rp800 juta dari Pemkab Belitung pada tahun 2025. Anggaran ini sama besar dengan yang diterima pada tahun 2024, namun kondisi ini menimbulkan tantangan bagi Ketua KONI Kabupaten Belitung, Adi Wijaya.

Adi mengungkapkan bahwa membagi anggaran tersebut untuk 30 cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI sangat sulit. "Sulit membagi anggaran ini untuk semua cabor. Apalagi kebutuhan cabor ini berbeda-beda dan besar, jadi kegiatan cabor ini tidak akan berjalan kalau hanya berharap dana pemerintah," ujarnya.

Dari total anggaran Rp800 juta, sekitar Rp200 juta dialokasikan untuk keperluan sekretariat dalam setahun. Artinya, KONI harus membagi anggaran sekitar Rp500 sampai Rp550 juta untuk keperluan 30 cabor dalam setahun. Adi mengakui bahwa minimnya anggaran menjadi beban tersendiri, terutama saat cabor ingin mengadakan kegiatan atau event dengan anggaran besar.

"Karena tidak mungkin hanya kita beri ke satu cabor, nanti cabor lain gimana. Jadi mau tidak mau, kami bagi sedikit-sedikit," katanya. Ia berharap anggaran hibah tersebut bisa diberikan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) agar lebih mudah dalam pengelolaannya.

Pada tahun 2023, saat event Porprov, KONI hanya mengurusi masalah teknis di cabor, sedangkan anggaran fokus di Dispora. "Kalau saya, alhamdulillah kalau anggaran itu di Dispora. Jadi KONI hanya masalah teknis saja," ujar Adi.

Menanggapi kasus yang melibatkan ketua dan pengurus KONI Kabupaten Belitung, Adi mengakui bahwa tidak semua pengurus mengerti manajemen pengelolaan anggaran, terutama dana hibah yang pertanggungjawabannya sangat rinci. "Sebab, ketika terpilih sebagai ketua dan pengurus, langsung dihadapkan dengan pengelolaan anggaran tanpa pembinaan ataupun pelatihan," katanya.

Adi menjelaskan bahwa dirinya terpilih sebagai ketua akhir 2022, lalu masuk 2023. Saat itu, anggaran berada di Dispora, sehingga ia fokus pada tahun 2024. Meski begitu, ia tak menampik kesulitan dalam membagi anggaran untuk memenuhi kebutuhan cabor.

Apalagi, beberapa cabor sering kali memiliki agenda mendadak di luar perencanaan awal. Kondisi ini menjadi beban bagi KONI untuk memberikan anggaran. "Misalnya kemarin di Oktober, cabor yang ikut Porprov harus mengikuti Kejurprov. Sementara anggaran sudah terpakai, itu kan sulit," katanya.

Adi berharap pengalaman ini dapat dibagikan kepada pengurus KONI ke depan. Harapannya, KONI bisa menjadi lebih baik dalam melakukan pembinaan kepada para cabor. "Kebetulan kepengurusan saya sampai tahun depan. Nanti akan disampaikan lah pengalaman saya ke pengurus baru," ujarnya.

Tantangan Pengelolaan Anggaran di KONI Kabupaten Belitung

  • Keterbatasan anggaran
    Anggaran hibah yang diterima KONI Kabupaten Belitung tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan 30 cabang olahraga. Dari total Rp800 juta, sebagian besar dialokasikan untuk keperluan sekretariat, sementara sisanya harus dibagi untuk 30 cabor. Hal ini membuat pengelolaan anggaran menjadi sulit, terutama karena kebutuhan cabor berbeda-beda.

  • Tidak semua pengurus memiliki pengetahuan tentang manajemen anggaran
    Banyak pengurus KONI belum memiliki pembinaan atau pelatihan dalam pengelolaan dana hibah. Hal ini menyulitkan mereka dalam membagi anggaran secara adil dan efisien.

  • Agenda mendadak yang mengganggu perencanaan anggaran
    Beberapa cabor sering kali memiliki agenda mendadak, seperti kejuaraan provinsi, yang tidak tercantum dalam rencana awal. Hal ini membuat anggaran yang telah dialokasikan tidak cukup untuk menangani kebutuhan mendadak tersebut.

  • Perlu kerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)
    Adi berharap anggaran hibah bisa dikelola oleh Dispora, sehingga KONI hanya fokus pada aspek teknis. Pada tahun 2023, hal ini pernah terjadi saat Porprov, dan hasilnya lebih efisien.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan