Konten kreator di Garut diduga diintimidasi keluarga kades imbas video jalan jelek

GARUT, nurulamin.pro - Sebuah video yang memperlihatkan seorang konten kreator dimarahi oleh diduga keluarga kepala desa di Garut, viral di media sosial sejak Sabtu (3/1/2026).

Dalam video berdurasi 47 detik tersebut, konten kreator pemilik akun Facebook Holis Muhlisin, tampak dimarahi dua pria dan satu wanita yang diduga istri kepala desa.

Mereka merasa dirugikan oleh konten-konten yang dibuat kreator tersebut, terutama yang menyangkut pembangunan jalan desa dan pengelolaan di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu.

Video tersebut pertama kali diunggah akun Facebook Muhlis Muhlisin dan dibagikan ulang oleh beberapa akun konten kreator dan selebgram. Video tersebut mengundang banyak tanggapan dari warganet.

Camat Cisewu Konfirmasi Kejadian

Camat Cisewu, Ade Poniman, yang dihubungi melalui aplikasi pesan pada Sabtu (3/12/2025), mengaku telah mengetahui video dugaan keluarga kepala desa memarahi seorang warga yang diduga dari Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu.

Namun, Ade belum bisa memberikan keterangan lengkap mengenai cerita di balik viralnya video tersebut.

"Sudah (mengetahui, red), saya lagi konfirmasi data yang validnya, agar beritanya berimbang," tegas Ade melalui aplikasi pesan, Sabtu (3/1/2026) sore.

Ade, yang baru menjabat sebagai Camat Cisewu selama tiga bulan, mengaku telah berkoordinasi dengan Sekretaris Kecamatan dan para kepala seksi di kecamatan untuk mengumpulkan data dan informasi secara utuh.

"Saya lagi konfirmasi dengan camat dan para kasi potret Desa Panggalih secara utuh," katanya.

Klarifikasi Konten Kreator

Dihubungi melalui akun media sosialnya, Muhlis Munawar membenarkan bahwa orang yang dimarahi adalah dirinya.

"Iya betul, Pak," katanya.

Menurut Muhlis, rekaman video tersebut diambil pada 27 Oktober 2025, namun baru diposting di media sosial pada 31 Desember 2025 di akun miliknya.

"Saya posting karena kasusnya tidak ada tindak lanjut di kepolisian," kata Muhlis melalui sambungan telepon aplikasi pesan, Sabtu (3/1/2026) sore.

Muhlis, yang mengaku warga Desa Panggalih menyatakan, dirinya dilaporkan ke polisi oleh keluarga kepala desa setelah memposting kondisi jalan desanya yang buruk.

Namun, hingga Kapolsek Cisewu berganti, kasus tersebut tidak ada kejelasan.

"Dulu pernah datang ke polsek menanyakan apa saya dilaporkan, katanya benar dan kasusnya akan diproses, saya tunggu tidak ada tindak lanjut," katanya.

Muhlis menceritakan, kejadian dalam video yang viral terjadi di halaman rumah Kepala Desa Panggalih di Kampung Cicurug, Desa Pamalayan.

Saat itu ia membuat janji menemui seorang teman di Kampung Cicadas, Desa Pamalayan, untuk mengklarifikasi akun palsu yang berkomentar dalam unggahannya.

"Ternyata ketemunya malah di rumah kades, saya tidak curiga apa-apa, ternyata sudah banyak orang di sana," katanya.

Muhlis mengaku tidak melapor ke polisi meskipun mendapat perlakuan intimidasi dari keluarga kepala desa dan pemukulan.

Ia merasa sudah terlebih dahulu dilaporkan karena unggahannya yang mengkritik jalan desa.

"Sempat ditampar sama istri pak lurah, ada juga dipukul di tangan dan punggung. Saya tidak melapor, kan sudah dilaporkan duluan undang-undang ITE katanya," ungkapnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan