
Demonstrasi di Aceh Utara Berakhir Ricuh
Demonstrasi yang dilakukan oleh Gerakan Rakyat Aceh Bersatu (GRAB) di Desa Landing, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, berakhir dengan kericuhan pada hari Kamis (25/12/2025). Insiden ini terjadi setelah aparat TNI melakukan tindakan keras terhadap peserta aksi. Salah satu hal yang memicu kekacauan adalah tindakan aparat yang merampas atribut bendera bulan bintang milik peserta demonstrasi.
Selain itu, oknum TNI juga mengambil ponsel milik seorang wartawan bernama Fazil dari portal portalsatu.com yang sedang meliput kejadian tersebut. Hal ini menimbulkan kekecewaan terhadap tindakan yang dianggap tidak proporsional oleh pihak TNI.
Korban Pemukulan dan Luka-Luka
Koordinator aksi, Muhammad Chalis, menyampaikan bahwa enam peserta demonstrasi menjadi korban pemukulan oleh oknum TNI. Salah satu korban, Pon Satria, mengalami luka di bagian bibir akibat dipukuli menggunakan popor senjata. Chalis menjelaskan bahwa para korban mengalami luka memar di bagian muka, badan, hingga kaki.
“Dipukuli dengan popor senjata, sasarannya bukan hanya yang membawa bendera, tapi yang tidak membawa bendera bintang bulan pun dipukuli juga,” ujar Chalis saat dihubungi.
Menurutnya, sejak awal pergerakan massa dari Kecamatan Nibong, aksi mereka sudah coba dihalangi oleh kendaraan taktis (mobil Rio) milik TNI. Namun, Chalis menegaskan bahwa demonstrasi tersebut dilakukan secara legal untuk mendesak status bencana nasional atas banjir besar di Aceh.
Bendera dan Simbol Darurat Kemanusiaan
Selain bendera bulan bintang, massa juga membawa bendera putih dan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations) sebagai simbol darurat kemanusiaan pascabanjir yang dianggap lebih dahsyat dari tsunami. Demonstrasi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap perlakuan pemerintah terhadap warga yang terkena dampak banjir.
Chalis menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat TNI. Ia menegaskan bahwa aksi tersebut sesuai dengan undang-undang dan telah diberitahukan ke Polres Aceh Utara sebelumnya.
Tanggapan Dandim Aceh Utara
Komandan Kodim 0103 Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Jumat (26/12/2025), menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang fokus pada penanggulangan bencana dan pemulihan pascabanjir. Terkait insiden kericuhan, Jamal menekankan bahwa tugas TNI bersama Polri adalah menjaga kondusivitas wilayah agar tetap aman.
“Tugas kami lainnya bersama Polres Lhokseumawe menjaga kondusifitas wilayah. Jika ada yang mengganggu maka kami tindak, kita laksanakan sesuai yang seharusnya,” tegas Jamal.
Mengenai pengibaran bendera bulan bintang, Jamal menyebut aksi tersebut tidak dibenarkan karena merupakan inisiatif masyarakat tanpa perintah dari Komite Peralihan Aceh (KPA). Pihak Kodim mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu ketegangan di tengah masa pemulihan bencana.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar