
Merek Kolektif sebagai Strategi Penguatan Ekonomi Kerakyatan di Jawa Barat
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat (Kanwil Kemenkum Jabar) kembali memberikan dorongan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui kegiatan Sosialisasi Merek Kolektif. Acara ini berlangsung pada Jumat, 12 Desember 2025, di Aula Soepomo dan dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai lembaga serta koperasi desa.
Merek kolektif tidak hanya menjadi simbol hukum, tetapi juga menjadi instrumen pemasaran yang sangat efektif dalam membangun citra kuat dan kepercayaan konsumen. Dalam sesi tersebut, Asep menegaskan bahwa keberhasilan penerapan merek kolektif membutuhkan kolaborasi yang erat antara koperasi dan pemerintah sebagai penyedia regulasi serta pendampingan teknis.
Sesi materi dibawakan oleh empat pemateri yang membahas berbagai aspek terkait merek kolektif:
- Hemawati BR Pandia menjelaskan pentingnya kesadaran hukum dalam melindungi aset intelektual koperasi.
- Eric C.F. Siagian membahas prosedur pendaftaran merek kolektif, termasuk pentingnya Ketentuan Penggunaan Merek Kolektif sebagai standar mutu.
- Roni Dahnuroni Ruhimat menyampaikan percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa/kelurahan Jawa Barat sesuai Instruksi Presiden No. 9/2025.
- Siti Nur Maftuhah mengulas manfaat ekonomis merek kolektif dengan contoh keberhasilan Lupba dan Batik Nitik dalam penerapan joint branding.
Produk Unggulan Jawa Barat Berpotensi Tembus Pasar Global
Diskusi interaktif dalam acara ini mengungkap bahwa banyak produk unggulan Jawa Barat memiliki potensi besar untuk ditingkatkan melalui merek kolektif. Mulai dari Galendo Ciamis, Bordir Tasikmalaya, hingga Tahu Susu Lembang, semua produk ini dinilai memiliki identitas kuat dan peluang besar untuk masuk ke pasar internasional.
Dengan penerapan merek kolektif, produk-produk tersebut dapat tampil lebih percaya diri dan terlindungi secara hukum. Hal ini akan menjadikan UMKM Jabar lebih siap menghadapi persaingan global.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Kegiatan ini ditutup dengan optimisme bahwa wawasan yang diperoleh dapat segera diterapkan di lapangan. Kanwil Kemenkum Jabar mendorong seluruh koperasi untuk memperkuat merek kolektif sebagai strategi utama dalam menaikkan kelas produk daerah.
Dengan dukungan regulasi, pendampingan intensif, dan kolaborasi lintas sektor, penguatan ekonomi kerakyatan di Jawa Barat diyakini dapat melaju lebih cepat dan lebih kokoh. Keberadaan merek kolektif tidak hanya menjadi alat pemasaran, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan ekonomi yang berkelanjutan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar