Koperasi Merah Putih Ngadirejo Kota Kediri Diluncurkan, Jadi Contoh Ekonomi Komunitas

Koperasi Merah Putih Ngadirejo Kota Kediri Diluncurkan, Jadi Contoh Ekonomi Komunitas

Koperasi Merah Putih: Inovasi Ekonomi Berbasis Kolaborasi di Kota Kediri

Koperasi Merah Putih Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri, resmi dioperasikan oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, pada Jumat (12/12/2025). Koperasi ini menawarkan konsep yang berbeda dari koperasi biasanya. Selain menjual sembako, koperasi ini juga fokus pada pengembangan potensi lokal serta memberikan ruang bagi kreativitas anak muda.

Dengan empat gerai yang ada di dalamnya, koperasi ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis kolaborasi. Konsep inovatif ini mendapat apresiasi dari Wali Kota Kediri, yang menilai bahwa kehadiran koperasi ini dapat membuka banyak peluang bagi warga setempat.

"Koperasi ini tidak hanya menjual sembako, tapi juga menyediakan obat-obatan, kerajinan, hingga studio foto yang dikelola anak muda. Ini menarik karena semua sektor diberi ruang," ujarnya.

Selain itu, koperasi ini juga berhasil menggandeng tenaga farmasi untuk mendampingi layanan apoteknya. Hal ini membuat koperasi tidak hanya fokus pada kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi pusat layanan yang lebih lengkap.

"Ada kolaborasi dengan tenaga farmasi sehingga layanan apoteknya berjalan profesional," jelas Wali Kota Kediri.

Pengembangan Potensi Lokal

Selain sembako dan obat-obatan, koperasi ini juga memperkenalkan produk-produk lokal yang dipasarkan secara lebih luas. Misalnya, produk sandang yang dijahit oleh enam penjahit lokal serta kerajinan warga Ngadirejo kini memiliki ruang untuk dipasarkan melalui koperasi ini.

"Ini bukti bahwa potensi lokal bisa naik kelas ketika diberi wadah," tambahnya.

Menariknya lagi, Koperasi Merah Putih turut melibatkan anak muda dalam pengelolaan studio foto dan pengembangan e-commerce. Langkah ini diyakini mampu memperkuat daya saing koperasi di era digital.

"Anak-anak muda bergerak cepat dalam digitalisasi dan itu sangat membantu promosi produk koperasi," kata Wali Kota Kediri.

Ia berharap koperasi ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain yang masih mencari arah pengembangan.

"Koperasi ini bisa menjadi percontohan bagi koperasi lain. Bisa jadi studi tiru, saling belajar, dan berkolaborasi karena konsepnya sudah berjalan baik," tegasnya.

Perjalanan Pembentukan Koperasi Merah Putih

Ketua Koperasi Merah Putih Ngadirejo, Abu Nur Arifin, menjelaskan bahwa pembentukan koperasi ini dimulai pada September 2025. Proses pembentukannya dilakukan dengan bimbingan Dinas Koperasi dan UMTK.

"Kami bergerak dengan bimbingan Dinas Koperasi dan UMTK. Semua proses berjalan pelan-pelan dan akhirnya bisa terlaksana melalui swadaya masyarakat," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan struktur keanggotaan koperasi yang mencakup iuran pokok, wajib, dan sukarela. Dukungan tokoh masyarakat setempat ikut memperkuat pondasi koperasi hingga mampu melakukan renovasi dan menyiapkan berbagai produk untuk dipasarkan.

"Investasi tersebut membuat koperasi ini bisa berjalan stabil sejak awal," jelasnya.

Struktur Gerai dan Kolaborasi

Abu Nur Arifin menambahkan bahwa empat gerai yang ada, yaitu gerai UMKM, gerai sembako, gerai sandang, dan gerai digitalisasi, dibangun untuk saling menguatkan.

"Semua gerai saling terhubung untuk memperkuat bisnis koperasi. Peran lurah yang tegas dalam mengajak warga juga membuat semuanya bergerak bersama," tuturnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan