
Korban meninggal akibat bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah hingga pekan kelima pasca kejadian. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban jiwa di wilayah Sumatera mencapai 1.167 orang pada hari Minggu, 4 Januari 2026.
Jumlah ini meningkat sebanyak 10 orang dibandingkan pendataan sebelumnya, yaitu pada 3 Januari 2026. Dari 10 korban tersebut, seluruhnya berasal dari Aceh. Provinsi paling utara di Indonesia ini menjadi daerah dengan jumlah korban meninggal terbanyak akibat bencana ekologis ini. Dari total korban jiwa di tiga provinsi, sebanyak 540 orang berada di Aceh.
Banjir dan tanah longsor menimpa 18 kabupaten dan kota di Aceh. Selain korban jiwa, masih ada 31 orang yang hilang dan 233 ribu orang yang tinggal di pengungsian. Di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal mencapai 365 jiwa. Angka ini masih bisa bertambah karena sebanyak 60 orang yang tersebar di 18 kabupaten-kota belum ditemukan.
Sementara itu, di Sumatera Barat, jumlah korban meninggal akibat bencana mencapai 262 orang. Sebanyak 10,8 ribu orang masih mengungsi, dan 74 lainnya belum diketahui keberadaannya.
Dampak bencana yang luas juga menyebabkan ratusan ribu hunian dan infrastruktur rusak. BNPB mencatat sebanyak 178.479 rumah rusak akibat banjir dan longsor. Selain itu, terdapat 215 fasilitas kesehatan yang rusak, 3.188 fasilitas pendidikan, 803 rumah ibadah, 34 jembatan terputus, serta 81 jalan yang terputus.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa tim pencarian dan pertolongan gabungan akan terus melanjutkan operasi pencarian. Fokus operasi akan dilakukan di titik-titik yang telah diidentifikasi sebagai lokasi potensial jenazah korban.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan segera membangun rumah hunian sementara dan hunian tetap bagi para korban bencana. Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki anggaran yang sudah disiapkan untuk pembangunan tersebut.
Selain itu, kepala negara akan membentuk badan atau satuan tugas rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana di Sumatera. Prabowo memutuskan tidak menetapkan bencana Sumatera sebagai bencana nasional. Menurutnya, pemerintah mampu mengatasi situasi ini. "Ini hanya tiga provinsi dari total 38 provinsi. Jadi situasi terkendali, saya monitor terus," ujarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar