Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo Ditemukan, Diduga Pelatih Valencia

Penemuan Jenazah Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo

Pada hari ini, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jenazah korban kapal tenggelam KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo. Jenazah yang ditemukan diduga merupakan pelatih Valencia B, Fernando Martin Carreras.

Menurut informasi yang diperoleh, penemuan jenazah tersebut terjadi pada pukul 08.47 Wita pagi. Lokasi penemuan berada di koordinat 8°36'32.58"S - 119°36'32.22"E dan berjarak sejauh 1.13 Nautical Mile dari LKK (Lokasi Kejadian).

Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, menyampaikan bahwa jenazah ditemukan mengambang di perairan Pulau Rinca oleh tim RIB KPJ 2007 (Ditpolair Polda NTT). Lokasi ini berjarak sekitar satu nautical mile dari lokasi kejadian tenggelamnya kapal KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju KN SAR Puntadewa untuk selanjutnya dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo. "Jenazah sudah diantar ke RS Komodo," ujarnya.

Selanjutnya, jenazah akan diidentifikasi oleh tim forensik DVI Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo. Proses identifikasi ini penting untuk memastikan identitas korban secara pasti.

Saat ini, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap dua korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang masih hilang. Kedua korban tersebut adalah anak-anak dari pelatih Valencia B, Fernando Martin Carreras, yang juga turut hilang dalam peristiwa tenggelamnya kapal wisata tersebut pada Jumat (26/12/2025).

Total ada 11 penumpang yang menjadi korban kecelakaan kapal wisata ini. Sebanyak tujuh penumpang dinyatakan selamat, sedangkan empat penumpang lainnya masih dinyatakan hilang. Satu jenazah korban telah ditemukan pada Senin (29/12/2025), sementara dua lainnya masih dalam pencarian hingga saat ini.

Pencarian korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang awalnya dijadwalkan berhenti pada Kamis (1/1/2026) pun diperpanjang selama tiga hari hingga Minggu (4/1/2026). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesempatan menemukan korban yang masih hilang.

Proses Pencarian dan Upaya Identifikasi

Proses pencarian korban dilakukan dengan kerja sama antara berbagai instansi, termasuk Basarnas, Polisi Air, dan tim medis. Teknologi dan alat pendukung seperti perahu karet dan perahu cepat digunakan untuk mencari korban di area laut yang luas.

Selain itu, proses identifikasi korban dilakukan dengan bantuan tim forensik yang terlatih. Mereka menggunakan berbagai metode, termasuk pemeriksaan fisik dan data DNA, untuk memastikan identitas setiap korban.

Tim SAR juga melakukan koordinasi dengan keluarga korban untuk memberikan informasi terkini tentang kondisi dan status pencarian. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan dukungan emosional kepada para keluarga.

Kondisi dan Kesiapan Tim SAR

Tim SAR gabungan bekerja dalam kondisi yang cukup menantang, karena lokasi pencarian berada di perairan yang luas dan sering terpengaruh oleh arus laut serta cuaca yang tidak menentu. Meski demikian, mereka tetap berkomitmen untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Selain itu, tim SAR juga siap menerima bantuan dari pihak luar jika diperlukan, baik dalam bentuk alat bantu atau tenaga tambahan. Koordinasi dengan pihak berwenang dan organisasi swadaya juga terus dilakukan untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi.

Kesimpulan

Penemuan jenazah korban KM Putri Sakinah menjadi langkah penting dalam upaya mencari korban yang hilang. Meskipun satu jenazah telah ditemukan, proses pencarian masih terus berlangsung untuk menemukan dua korban lainnya. Semua pihak terlibat berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan kehati-hatian.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan