Korban Keracunan di Telawang Dirawat di RSUD dr Murjani Sampit, Data Masih Diverifikasi

Korban Keracunan di Telawang Dirawat di RSUD dr Murjani Sampit, Data Masih Diverifikasi

Kasus Keracunan Keluarga di Kecamatan Telawang, RSUD Murjani Sampit Masih Lakukan Verifikasi Data

Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Murjani Sampit masih melakukan verifikasi data terbaru terkait kondisi korban dugaan keracunan satu keluarga di Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Hingga Jumat (12/12/2025) sore, informasi lengkap mengenai kondisi pasien belum dapat disampaikan.

Kasus tersebut menimpa satu keluarga yang mengalami gejala muntah, diare, dan tubuh melemah sejak Sabtu (6/12/2025) dini hari. Mereka memakan roti bakar dan es teler sebelum mengalami gejala tersebut. Sejumlah anggota keluarga dilarikan ke RSUD Murjani Sampit setelah mengalami kondisi kritis.

Dari jumlah total anggota keluarga yang terkena dampak, dua di antaranya meninggal dunia dalam insiden ini. Mereka adalah seorang bayi berusia 11 bulan dan nenek berusia 46 tahun. Keduanya sempat menjalani perawatan intensif sebelum nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, beberapa anggota keluarga lainnya masih menjalani perawatan medis.

Menurut Anggun Iman Hernawan, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, pihak rumah sakit baru saja kembali dari perjalanan dinas dan belum menerima laporan detail dari tim medis. Ia menyatakan bahwa pihak rumah sakit akan melakukan pengecekan ulang seluruh laporan perawatan pasien yang masih dirawat intensif.

Termasuk dalam daftar pasien yang masih dirawat intensif adalah satu anak yang dikabarkan berada di ICU dan seorang ibu hamil yang masih membutuhkan pengawasan ketat. Anggun mengatakan bahwa update informasi akan diberikan pada Sabtu (13/12/2025), setelah seluruh laporan diverifikasi.

Proses Penanganan dan Koordinasi dengan Pihak Berwenang

RSUD dr Murjani Sampit berkomitmen untuk memastikan penanganan optimal bagi seluruh pasien. Tim medis bekerja sepanjang waktu untuk menstabilkan kondisi para korban. Selain itu, pihak rumah sakit juga berkoordinasi dengan kepolisian terkait penyelidikan penyebab keracunan.

Namun, Anggun menegaskan bahwa ranah penentuan penyebab bukan kewenangan pihak medis. Kami fokus pada penanganan pasien. Soal penyebab, itu ranah kepolisian dan lab forensik, jelasnya.

Sebelumnya, hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) terhadap muntahan pasien sempat menemukan bakteri, namun belum dapat disimpulkan bahwa bakteri tersebut menjadi penyebab utama kondisi kritis keluarga korban. Oleh karena itu, RSUD dr Murjani Sampit meminta masyarakat untuk menunggu informasi resmi dan tidak menyebarkan dugaan yang belum pasti.

Proses Verifikasi dan Update Informasi

Hingga kini, tim medis masih melakukan observasi intensif terhadap pasien yang masih dirawat. Anggun menyampaikan bahwa pihak rumah sakit akan melakukan pengecekan satu per satu agar tidak salah memberikan informasi.

Kami ingin data yang disampaikan akurat. Jadi mohon bersabar sampai seluruh laporan kami terima, ujar Anggun.

Ia juga memastikan bahwa update kondisi medis terbaru akan disampaikan pada Sabtu (13/12/2025) setelah seluruh laporan diverifikasi. Saat ini, pihak rumah sakit masih berupaya keras untuk memastikan semua data akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan