Korban Meninggal Bencana Sumatera Capai 995 Orang, BNPB Lakukan Pemeriksaan Ulang

Update Terbaru Korban Bencana di Sumatera

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memberikan update terkini mengenai jumlah korban meninggal dunia pasca bencana yang terjadi di wilayah Sumatera. Berdasarkan data terbaru, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan 5 jenazah korban pada hari ini (12/12). Dengan demikian, total korban meninggal dunia mencapai 995 jiwa. Namun, data tersebut masih bisa berubah karena BNPB sedang melakukan verifikasi ulang untuk memastikan keakuratannya.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa mayoritas korban meninggal dunia berasal dari Provinsi Aceh dengan jumlah sebanyak 411 orang. Sementara itu, Sumatera Utara (Sumut) mencatatkan 343 korban, dan Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak 241 orang. Untuk memastikan data tersebut valid, BNPB melakukan verifikasi dengan pendekatan by name by address.

Saat ini, di tingkat kecamatan sudah dilakukan verifikasi dan sinkronisasi ulang data sesuai catatan sipil. Artinya, kita memverifikasi setiap nama dan alamat. Implikasinya, mungkin akan terjadi pengurangan, ujarnya.

Pengurangan jumlah korban bisa saja terjadi karena cakupan area terdampak bencana sangat luas. Beberapa pemakaman juga terkena dampak bencana, sehingga ditemukan jenazah dari area tersebut. Menurut Abdul Muhari, jenazah yang berasal dari area pemakaman terdampak akan dikeluarkan dari data korban meninggal dunia pasca bencana.

Kenapa bisa terjadi pengurangan, karena cakupan daerah terdampak sangat besar dan beberapa tempat terkena dampak di area pemakaman atau pekuburan, tambahnya.

Selain itu, BNPB juga menerima informasi dari tiga kabupaten bahwa beberapa jenazah yang sebelumnya dihitung sebagai korban bencana ternyata sudah wafat jauh sebelum bencana terjadi. Untuk menghindari tumpang tindih data, verifikasi by name by address terhadap setiap jenazah yang berhasil diidentifikasi harus dilakukan.

Kami telah menerima informasi dari tiga kabupaten bahwa ada jasad yang sebelumnya dianggap sebagai korban bencana, tetapi setelah dikonfirmasi melalui catatan sipil by name by address yang dilakukan oleh kecamatan, ternyata jasad tersebut sudah meninggal sebelum bencana terjadi, jelas Abdul Muhari.

Proses verifikasi masih berlangsung hingga saat ini. Rencananya, mulai besok (13/12), hasil verifikasi akan disampaikan kepada publik dalam update informasi harian penanggulangan bencana di Sumatera.

Jumlah Korban Hilang Masih Tinggi

Selain 995 korban meninggal dunia, masih tercatat 226 korban hilang di tiga provinsi tersebut. Upaya pencarian korban masih terus dilakukan meski operasi SAR telah berlangsung lebih dari dua minggu.

Dengan adanya proses verifikasi yang ketat, BNPB berharap semua korban yang dilaporkan hilang dapat ditemukan. Hal ini juga bertujuan agar data yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan