
Ringkasan Berita:
- Korban peristiwa berdarah di Kampung Timur Balikpapan Utara masih kritis dan dirawat intensif.
- Tim medis menemukan luka memar di kepala dan wajah, dengan dugaan cedera kepala sebagai penyebab utama kondisi kritis.
- Rumah sakit merencanakan CT scan kepala, sementara polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
nurulamin.pro, BALIKPAPAN –Korban peristiwa berdarah yang terjadi di wilayah Kampung Timur, Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pada Minggu (11/1/2026) masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dalam kondisi kritis.
Tim medis menduga kondisi kritis tersebut dipicu oleh cedera kepala serius, sementara luka iris di wajah dipastikan bukan penyebab utama.
Kepala Instalasi Kedokteran Kehakiman RSKD Balikpapan, dr. Heryadi Bawono Putro, Sp.FM, mengungkapkan kondisi korban saat pertama kali mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
“Pasien ini masih dirawat dan diobservasi. Saat masuk, kondisi pasien mengalami penurunan kesadaran dan didapatkan beberapa luka,” ujar dr. Heryadi saat dikonfirmasi nurulamin.pro, Senin (12/1/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban yang berjenis kelamin laki-laki mengalami sejumlah luka memar di bagian kepala dan wajah, serta luka iris pada pipi.
“Di kepala ada luka memar, di wajah juga ada luka memar, kemudian ada luka iris di pipi dengan panjang kurang lebih 4 sentimeter,” jelasnya.
Meski demikian, dr. Heryadi menegaskan bahwa luka iris di pipi tersebut bukan faktor utama yang membuat kondisi korban kritis.
Dugaan kuat justru mengarah pada cedera kepala yang cukup berat.
“Yang membuat kondisi pasien kritis itu adalah luka memar di kepala. Di bagian belakang kepala ditemukan bencolan yang ukurannya cukup besar,” ungkap dr. Heryadi.
Atas temuan tersebut, tim medis berencana melakukan pemeriksaan lanjutan berupa CT scan kepala untuk memastikan adanya cedera di bagian dalam kepala korban.
“Kita mencurigai adanya cedera kepala, sehingga direncanakan dilakukan CT scan. Kemarin kondisi pasien juga belum stabil,” tambahnya.
Terkait dugaan korban berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian, dr. Heryadi menyampaikan bahwa pihak rumah sakit belum melakukan pemeriksaan medis terkait alkohol.
“Pemeriksaan alkohol belum dilakukan. Namun secara subjektif, dari aroma tidak ditemukan bau alkohol,” tegasnya.
Saat ini, korban masih berada dalam penanganan dokter spesialis dan menjalani perawatan medis secara intensif di rumah sakit.
“Pasien masih dalam perawatan intensif dan terus dilakukan upaya perbaikan kondisi,” pungkas dr. Heryadi.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa berdarah yang terjadi di Kampung Timur, Balikpapan Utara. (*)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar