
nurulamin.pro
Jumlah korban jiwa akibat agresi militer Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan, yaitu sebanyak 71.269 orang. Sementara itu, lebih dari 171.232 warga Palestina lainnya mengalami luka-luka akibat konflik yang terus berlangsung. Data ini dikumpulkan dari berbagai sumber medis dan lembaga kesehatan setempat pada hari Rabu (31/12).
Dalam dua hari terakhir, otoritas kesehatan Gaza melaporkan adanya tiga korban tewas yang dibawa ke rumah sakit. Dari jumlah tersebut, dua jasad dievakuasi dari reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan udara. Selain itu, terdapat 10 korban luka yang juga dirawat di fasilitas kesehatan setempat.
Sayangnya, masih banyak korban yang tertimbun di bawah puing-puing atau tergeletak di jalanan karena tim evakuasi dan pertahanan sipil belum mampu menjangkau area-area yang terkena dampak serangan. Proses evakuasi ini terhambat oleh kondisi darurat yang terjadi di seluruh wilayah Gaza.
Menurut sumber yang diperoleh, sejak gencatan senjata resmi diberlakukan pada 11 Oktober lalu, sedikitnya 415 warga Palestina tewas dan 1.152 lainnya mengalami cedera. Di samping itu, sebanyak 682 jasad ditemukan di berbagai lokasi, termasuk di bawah puing-puing dan tempat-tempat yang tidak dapat diakses secara langsung.
Selain korban akibat serangan militer, ada juga korban jiwa yang disebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem. Sumber medis melaporkan bahwa seorang pria dan seorang anak tewas akibat runtuhnya bangunan yang tidak kuat menahan tekanan cuaca buruk. Dengan demikian, total korban tewas akibat runtuhan bangunan yang telah dibawa ke rumah sakit mencapai 19 orang.
Beberapa faktor memperparah situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, seperti kurangnya akses ke air bersih, pasokan makanan yang terbatas, serta ketidakmampuan sistem kesehatan untuk menangani jumlah korban yang sangat besar. Kondisi ini memicu kekhawatiran global akan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk.
Di tengah situasi yang sulit ini, komunitas internasional terus meminta agar kekerasan di wilayah tersebut segera dihentikan. Namun, hingga saat ini, tidak ada tanda-tanda penyelesaian yang nyata, sehingga jumlah korban diperkirakan akan terus meningkat dalam waktu dekat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar