Korea Selatan alami krisis tunggal putra di tengah dominasi An Se-young

Ringkasan Berita:
  • An Se-young saat ini memimpin persaingan sektor tunggal putri dunia
  • Berbanding terbalik dengan tunggal putri, Korea Selatan tengah mengalami krisis di sektor tunggal putra karena para pemainnya belum mampu bersaing di level elite
  • Tidak ada tunggal putra Korea Selatan yang menembus 30 besar dunia, Jeon Hyeok Jin sebagai peringkat tertinggi di posisi 35 dunia dengan 40.169 poin

nurulamin.pro Pebulu tangkis andalan Korea Selatan, An Se-young, saat ini memimpin dominasi sektor tunggal putri.

An Se-young yang saat ini menduduki ranking satu dunia berhasil mendominasi perolehan gelar tunggal putri sepanjang 2025.

Sebanyak 11 gelar juara mampu An Se-young torehkan, pebulu tangkis kelahiran 2000 itu mencatatkan namanya sebagai kampiun Malaysia Open 2025, India Open 2025, Orleans Masters 2025, All England 2025, Indonesia Open 2025, Japan Open 2025, China Masters 2025, Denmark Open 2025, French Open 2025, Australia Open 2025, dan yang terakhir BWF World Tour Finals 2025.

Jika ditotal, An Se-young telah bermain sebanyak 77 kali.

An Se-young meraih 73 kemenangan dan hanya menelan empat kekalahan.

Peraih medali Olimpiade Paris 2024 itu bahkan mencatatkan tingkat kemenangan sebesar 94,8 persen, ia melampaui catatan dua legenda tunggal putra yakni Lin Dan (China) dan Lee Chong Wei (Malaysia).

Tingkat kemenangan Lin Dan dan Lee Chong Wei berada di bawah An Se-young, yakni sebesar 92,7 persen.

Namun di tengah dominasi An Se-young, Korea Selatan realitanya mengalami krisis sektor tunggal putra.

Para pemain tunggal putra Korea Selatan belum bisa bersaing selevel An Se-young.

Bahkan tidak ada tunggal putra Korea Selatan yang menempati ranking 30 besar dunia.

Jeon Hyeok Jin menjadi tunggal putra Korea Selatan dengan ranking tertinggi, saat ini ia menempati peringkat 35 dunia dengan 40.169 poin.

Kesenjangan yang ada dalam tubuh skuad pelatnas Korea Selatan lantas disadari oleh Park Joo-bong.

Park Joo-bong adalah kepala pelatih pelatnas bulu tangkis Korea Selatan.

Dikutip dari Korea Daily, Park mengaku akan melakukan reformasi sistem pelatihan dengan menaikkan jumlah pelatih dari tujuh menjadi sembilan.

Tidak hanya itu, Park juga akan meningkatkan intensitas pelatihan di Perkampungan Atlet Jincheon.

"Pemain level menengah lemah. Jika kita terus bergantung terlalu banyak pada pemain tertentu, akan ada kesenjangan besar dalam pengembangan bakat selama masa transisi setelah pensiun mereka."

"Rencana jangka panjangnya adalah memperluas tim pelatih menjadi dua orang per disiplin dengan total lebih dari sepuluh orang."

"Kami tidak melakukan latihan yang membuang waktu. Kami ingin para atlet memahami mengapa latihan ini diperlukan dan apa yang dapat saya peroleh darinya."

"Hanya dengan begitu mereka akan secara spontan mengimbangi," kata Park.

Adapun saat ini, pemusatan latihan bulu tangkis Korea Selatan juga telah dimulai.

Mengingat agenda padat 2026 telah menanti.

Diawali dengan Malaysia Open 2026 yang masuk kalender BWF World Tour Super 1000, berlangsung pada 6-11 Januari di Axiata Arena, Kuala Lumpur.

(nurulamin.pro/Isnaini)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan