Pemkab Banyumas Siapkan Koridor Baru Trans Banyumas
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas memastikan akan menambah satu koridor baru dalam layanan Trans Banyumas yang akan berlaku resmi pada 1 Januari 2026. Saat ini, sudah ada empat koridor yang melayani masyarakat di Kabupaten Banyumas. Adapun rute koridor baru tersebut rencananya akan difokuskan untuk melayani masyarakat yang tinggal di wilayah selatan Banyumas.
Koridor baru ini atau dikenal sebagai Koridor 4 akan melayani penumpang dengan rute Terminal Bulupitu – Banyumas Kota Lama – Kebondalem. Tarif penumpang pun sama dengan koridor lainnya, yakni Rp3.900 untuk umum dan Rp2.000 untuk tarif khusus bagi pelajar, buruh pabrik, dan lansia. Layanan transportasi umum Trans Banyumas akan membuka rute baru mulai 1 Januari 2026 sebagai jawaban atas kebutuhan mobilitas masyarakat Banyumas selatan.
Pembukaan koridor baru ini diharapkan dapat memperluas akses layanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga. Delapan bus dialihkan untuk menjangkau kawasan wisata Kota Lama hingga Alun-alun Banyumas tanpa tambahan anggaran.
Jangkau Koridor 4
Rute baru ditetapkan sebagai Koridor 4, berangkat dari Terminal Bulupitu menuju Suwatio, Berkoh, hingga Pekaja. Bus kemudian bergerak ke Kecamatan Kalibagor, Alun-alun Banyumas, Terminal Kejawar, kawasan Kota Lama Banyumas, kembali ke Pekaja, lalu melaju ke arah Sultan Agung di depan Depo Pelita sebelum akhirnya kembali menuju Terminal Bulupitu.
Daftar Lengkap Koridor Trans Banyumas Tahun 2026
Dengan hadirnya rute baru ini, Trans Banyumas akan mengoperasikan lima koridor pada 2026, yakni sebagai berikut:
- Koridor 1: Terminal Ajibarang – Pasar Pon
- Koridor 2: Terminal Notog – Terminal Baturraden
- Koridor 3A: Terminal Bulupitu – Terminal Kebondalem
- Koridor 3B: Terminal Bulupitu – Terminal Kebondalem
- Koridor 4: Terminal Bulupitu – Banyumas Kota Lama – Kebondalem

Komitmen Pemkab Banyumas
Penguatan layanan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dan operator dalam mempertahankan transportasi publik yang terjangkau dan berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan PT Banyumas Raya Transportasi selaku pengelola Buy The Service (BTS) Trans Banyumas.
Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun menegaskan bahwa langkah ini merupakan respon atas aspirasi masyarakat wilayah selatan yang ingin merasakan layanan bus BTS tersebut. "Mulai Januari 2026, Trans Banyumas akan menjangkau masyarakat hingga Kecamatan Banyumas dan kawasan Kota Lama." "Kami sudah survei dan 95 persen masyarakat di rute itu merasa terlayani, dengan load factor 75-80 persen," kata Ipoeng.
Delapan armada yang sebelumnya dioperasikan di Koridor 3A dan 3B akan dialokasikan ke rute baru tersebut.
Pendanaan dan Pengelolaan
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menegaskan keseriusan Pemkab Banyumas mempertahankan layanan Trans Banyumas meski dana operasional sempat dikhawatirkan hanya cukup sampai akhir Desember 2025. Dia menyebut, kebutuhan operasional BTS Trans Banyumas mencapai Rp38 miliar setiap tahun.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Banyumas mengalokasikan Rp15 miliar untuk operasional 2026, sementara Pemerintah Pusat memastikan memberikan subsidi Rp12 miliar melalui Kemenhub. Sisa kekurangan Rp11 miliar disebut masih akan diupayakan Bupati Sadewo melalui pelobiannya kepada Kemenhub.
Sadewo akan menyampaikan keberhasilan pengelolaan dan manfaat Trans Banyumas bagi masyarakat sebagai argumen pengajuan tambahan dana. "Bus kami terawat," ujarnya. "Kalau dibandingkan apple to apple, dengan jumlah 52 bus dan koridor yang lebih besar, load factor termasuk yang tertinggi. Kalah dari Bandung, tapi kalau dihitung per jumlah armada, saya yakin yang terbaik," kata Sadewo.
Data Penumpang Trans Banyumas
Sadewo menilai kehadiran Trans Banyumas juga penting bagi layanan dasar masyarakat, sejalan program makan bergizi gratis (MBG) dari pusat. Setiap hari, Trans Banyumas mampu melayani hingga 6.000 penumpang. Sementara sejak beroperasi pada 2022, jumlah penumpang Trans Banyumas juga mengalami kenaikan.
Pada 2022, Trans Banyumas yang hanya melayani satu koridor secara gratis, melayani 2.056.795 penumpang. Kemudian, di tahun kedua pada 2023, Trans Banyumas melayani 1.892.645 penumpang. Penurunan layanan ini dimungkinkan karena pada 22 Oktober 2023, Trans Banyumas mulai berbayar dengan tarif Rp3.900 untuk umum dan Rp2.000 untuk tarif khusus bagi pelajar, buruh pabrik, dan lansia.
Pada 2023, Trans Banyumas juga memperluas layanan dengan membuka tiga koridor. Kemudian pada 2024, Trans Banyumas melayani 1.646.801 penumpang di empat koridor. Hingga 30 November 2025, Trans Banymas telah melayani 1.808.000 penumpang.
Karena itu, Bupati berharap subsidi pusat untuk 2026 bisa tembus Rp24 miliar. "Kalau subsidi tidak turun, saya belum bisa bicara lebih jauh. Tapi komitmen kami jelas, Trans Banyumas harus tetap jalan," tegasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar