
JAKARTA, berita
Tantangan Operasi Lilin 2025 yang Perlu Diperhatikan
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengungkapkan sejumlah tantangan yang akan dihadapi dalam pelaksanaan Operasi Lilin 2025. Salah satu isu utama adalah kondisi jalur menuju kawasan wisata yang dinilai masih memiliki standar keselamatan yang rendah.
Dalam acara Media Gathering Korlantas, Jumat (12/12/2025), Kepala Bagian Operasional Korlantas Polri, Kombes Aries Syahbudin, menyampaikan bahwa ada beberapa lokasi wisata yang jalur masuknya belum memenuhi standar keselamatan. Ia menegaskan bahwa hal ini menjadi perhatian khusus karena potensi risiko kecelakaan lalu lintas bisa meningkat.
Tadi Bapak Kakor sudah menyampaikan bahwa kita memiliki tantangan, ada lokasi wisata, jalur menuju lokasi wisata yang masih sub-standar keselamatan, ujar Aries.
Menurutnya, informasi yang disampaikannya berasal dari berbagai sumber, termasuk Kementerian Perhubungan, Jasa Raharja, dan PT ASDP. Ia juga menyoroti pernyataan dari Direktur Utama Jasa Raharja yang menyebutkan bahwa ancaman terbesar bukan pada saat arus balik mudik, tetapi ketika masyarakat sedang berlibur di lokasi wisata.
Ia menekankan pentingnya memberikan informasi yang komprehensif kepada masyarakat tentang langkah-langkah pengamanan selama libur Natal dan Tahun Baru. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan berkendara dan mengurangi risiko kecelakaan.
Analisis Kecelakaan Lalu Lintas pada Operasi Nataru 2024
Aries juga menjelaskan hasil analisis kecelakaan lalu lintas pada Operasi Nataru 2024. Angka yang diperoleh menunjukkan bahwa kecelakaan paling banyak terjadi di ruas arteri, mencapai 98,6 persen. Sementara itu, hanya 1,4 persen kecelakaan terjadi di ruas tol.
Berarti ini menjadi tantangan kita bersama bagaimana meningkatkan keselamatan khususnya di ruas arteri, tambahnya.
Ia menilai bahwa ruas arteri menjadi area yang lebih rentan terhadap kecelakaan karena kondisi jalan yang kurang optimal dan tingginya volume kendaraan. Oleh karena itu, pihaknya akan fokus pada peningkatan pengawasan dan tindakan preventif di wilayah tersebut.
Cuaca Ekstrem sebagai Ancaman Utama
Selain itu, cuaca ekstrem juga menjadi perhatian khusus dalam Operasi Lilin 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah selatan Indonesia akan mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi pada periode 29 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir, longsor, dan jalan licin, terutama di jalur wisata seperti Puncak, Bandung, dan Garut. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak Korlantas akan melakukan pengawasan tambahan di wilayah-wilayah tersebut.
Selain itu, penerapan aturan ganjil-genap yang tahun lalu dilakukan tiga kali akan kembali diterapkan. Tahun lalu kita melaksanakan one way itu 49 kali, tapi semuanya dilaksanakan di jalur arteri, baik itu di lokasi wisata terutama di arah Puncak, kemudian di daerah Bandung dan Garut, ujarnya.
Kesimpulan
Operasi Lilin 2025 akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi jalur wisata yang belum memenuhi standar keselamatan hingga ancaman cuaca ekstrem. Korlantas Polri akan terus meningkatkan pengawasan dan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar